MSCI Minta Data Historis Tambahan ke BEI, Untuk Apa?

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) terus menjalin komunikasi intensif dengan penyedia indeks global FTSE Russell dan MSCI. Hal ini diungkapkan Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, di Jakarta, Senin (18/5/2026).

Jeffrey menyebut pertemuan dengan kedua lembaga tersebut merupakan agenda rutin. Pertemuan terakhir di tingkat teknis telah berlangsung pada 29 April lalu.

Sebelumnya, otoritas bursa juga melakukan pertemuan tingkat tinggi (high level meeting) di New York. Saat ini, MSCI sedang meminta tambahan data historis kepada BEI.

“Terakhir dari MSCI meminta data tambahan. Dan itu akan segera kami sampaikan,” ujar Jeffrey.

Setelah data tersebut diserahkan, kedua belah pihak akan kembali berdiskusi pada level teknis. Namun, Jeffrey tidak menjelaskan lebih lanjut untuk apa MSCU meminta data historis tambahan tersebut.

Ketika disinggung apakah pertemuan dengan MSCI dan FTSE ada kaitannya denan rencana penyesuaian indeks atau rebalancing bulan depan, Jeffrey tegas menolaknya. “Oh enggak, tentu kami tidak masuk ke situ,” imbuhnya.

BEI memilih tidak masuk ke dalam ranah penetapan konstituen. Fokus komunikasi bursa saat ini adalah menyampaikan empat langkah strategis yang sedang dijalankan. “Yang kita komunikasikan, yang kita sampaikan adalah terkait dengan empat hal yang kita lakukan,” tegasnya.

Jeffrey menyatakan pihaknya sangat menghargai keputusan setiap penyedia indeks. Penetapan saham yang masuk dalam indeks sepenuhnya menjadi kewenangan lembaga tersebut.

“Kami tentu menghormati dan menghargai independensi dari penyedia indeks global. Dalam hal menentukan konstituen, kami tidak akan masuk ke situ,” ucapnya.

Langkah ini diambil demi menjaga profesionalisme hubungan antara otoritas pasar modal Indonesia dengan penyedia indeks dunia. BEI berkomitmen tetap transparan dalam menyediakan data yang dibutuhkan oleh pasar internasional.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Energi Mega Persada (ENRG) Tawarkan Obligasi Rp500 Miliar, Intip Jadwal dan Bunganya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG)...

Masa Berlaku Habis, 4,9 Miliar Opsi Saham MESOP I Bukalapak Dipastikan Hangus

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) resmi mengakhiri...

Merdeka Gold Resources (EMAS) Absen Bagi Dividen, RUPST Rombak Besar-besaran Pengurus

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS)...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru