STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Pendapatan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) turun 4,4% menjadi Rp17,73 triliun di 2025, dari Rp18,54 triliun pada 2024.
Penyumbang terbesar pendapatan INTP sepanjang 2025 dari penjualan semen ke pihak ketiga yakni Rp16,10 triliun, atau sekitar 90,84% dari total pendapatan Perseroan. Adapun penjualan beton siap pakai menyumbang Rp1,24 triliun.
Kendati pendapatan turun, laba bersih emiten produsen semen beraset Rp31,72 triliun pada 2025 itu tumbuh 12% menjadi Rp2,24 triliun (Rp674,50 per saham) pada 2025, dibanding Rp2,07 triliun (Rp591,49 per saham) pada tahun 2024.
Pertumbuhan laba di tengah penurunan pendapatan INTP, menurut laporan keuangan per 31 Desember 2025 yang diumumkan ke BEI, Selasa 31 Maret 2026 ditopang oleh keuntungan atas divestasi dan pengukuran kembali investasi pada entitas asosiasi sebesar Rp669,97 miliar pada 2025, dari sebelumnya tidak ada.
Selain itu, kenaikan laba emiten produsen semen tersebut juga didukung oleh penurunan beban usaha dan beban keuangan, masing-masing sebesar 1,13% jadi Rp3,68 triliun dan 4,97% menjadi Rp172,53 miliar pada 2025. Perseroan juga mencatat pendapatan keuangan Rp207,31 miliar.
Akumulasi penurunan beban usaha, beban keuangan, serta keuntungan atas divestasi, berhasil mendorong, laba sebelum pajak INTP meningkat 11,09% jadi Rp2,73 triliun pada tahun 2025, jika dibanding Rp2,46 triliun pada 2024.
Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) memiliki liabilitas sebesar Rp8,52 triliun pada 2025, naik 2,6% dari Rp8,3 triliun pada 2024. Ini terdiri atas liabilitas jangka pendek sebesar Rp6,10 triliun dan liabilitas jangka panjang Rp2,42 triliun. Adapun jumlah ekuitas Perseroan mencapai Rp23,20 triliun pada 2025. (konrad)
