STOCKWATCH.ID (BEIJING) – China dan Amerika Serikat (AS) mencapai kesepakatan prinsip untuk mengurangi tarif sejumlah barang. Keputusan strategis ini lahir setelah pertemuan tingkat tinggi di Beijing.
Mengutip Investing.com, Kementerian Perdagangan China menyebutkan kedua negara sepakat membentuk dewan perdagangan dan investasi. Lembaga baru ini akan mendiskusikan berbagai isu krusial, termasuk pengurangan tarif secara berkala.
Kedua negara sepakat menurunkan tarif pada produk dengan skala kepentingan yang sama. Langkah ini bertujuan memperluas perdagangan dua arah, khususnya untuk komoditas pertanian.
Selain itu, Beijing dan Washington akan fokus mengatasi hambatan non-tarif. Masalah akses pasar bagi produk pertanian menjadi prioritas utama dalam kerja sama ini.
China juga berkomitmen membeli pesawat terbang buatan Amerika Serikat. Sebagai timbal balik, AS memberikan jaminan pasokan mesin serta suku cadang pesawat untuk Beijing.
Kesepakatan ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping mengadakan pembicaraan intensif pekan ini. Trump mengklaim China telah berkomitmen membeli produk pertanian, pesawat, hingga minyak mentah asal Amerika.
Hubungan dua ekonomi terbesar dunia ini sempat merenggang akibat perang dagang sengit pada 2025. Perselisihan juga memanas terkait pembatasan ekspor cip kecerdasan buatan (AI) dari AS ke China.
Di tengah kesepakatan dagang, isu Taiwan tetap menjadi perhatian serius bagi Beijing. China memperingatkan bahwa kesalahan penanganan situasi di Taiwan dapat memicu konflik dengan Amerika Serikat.
Donald Trump juga memberikan peringatan keras kepada Taiwan. Ia meminta wilayah tersebut tidak mendeklarasikan kemerdekaan dari China dalam wawancara dengan Fox News.
Kementerian Perdagangan China menyatakan tim teknis kedua negara akan segera bekerja untuk merampungkan seluruh detail kesepakatan agar dapat segera diimplementasikan.
Kementerian Perdagangan China menyatakan, “Kedua pihak setuju secara prinsip untuk mengurangi tarif pada produk dengan skala kepentingan yang sama bagi satu sama lain.”
Pihak kementerian juga menambahkan, “Tim perdagangan kedua pihak akan segera menyelesaikan hasil kesepakatan dan bekerja sama untuk mengimplementasikannya.”
