STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street ditutup menguat pada akhir perdagangan Senin (6/4/2026) waktu setempat atau Selasa (7/4/2026) WIB. Tiga indeks utama kompak berakhir di zona hijau. Investor merespons positif kabar mengenai kemungkinan gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Mengutip CNBC International, indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) di Bursa Efek New York naik 165,21 poin atau 0,36% ke level 46.669,88. Indeks S&P 500 juga menguat 0,44% dan berakhir di posisi 6.611,83. Sementara itu, indeks komposit Nasdaq yang didominasi saham teknologi naik 0,54% menjadi 21.996,33.
Gairah pasar pada sesi ini dipicu oleh optimisme berakhirnya ketegangan di Timur Tengah. Presiden Donald Trump memberikan tenggat waktu hingga Selasa pukul 20.00 waktu setempat bagi Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz. Trump menyebut perpanjangan tenggat dilakukan karena merasa tidak pantas mengambil tindakan sehari setelah Paskah.
Sentimen pasar kian membaik setelah muncul laporan mengenai pembicaraan damai. Axios melaporkan AS, Iran, dan para mediator sedang membahas syarat gencatan senjata selama 45 hari. Langkah ini diharapkan menjadi pembuka jalan menuju penghentian perang secara permanen.
Reuters juga melaporkan hal senada. AS dan Iran sedang meninjau rencana yang ditengahi oleh Pakistan untuk mengakhiri konflik tersebut. Investor melihat gejolak ini sebagai peluang jangka pendek sebelum pasar kembali ke tren bullish.
Barbara Doran, Pendiri dan CEO BD8 Capital Partners, memberikan pandangannya terhadap situasi pasar. Ia melihat pelaku pasar sangat yakin konflik ini tidak akan berlangsung lama.
“Pasar akan berkata, ‘Oke, ini akan segera berakhir,’ dan kemudian kita dapat melanjutkan arah kita,” ujar Doran dalam wawancara dengan CNBC.
Trump sendiri mengisyaratkan adanya progres positif dalam proses negosiasi. Ia mengaku mendapat dukungan dari berbagai negara yang menginginkan konflik segera usai.
“Saya dapat memberi tahu Anda, mereka sedang bernegosiasi, menurut kami dengan niat baik, kita akan mengetahuinya,” ungkap Trump.
Reli pasar kali ini juga didorong oleh harapan berkelanjutannya stimulus fiskal dari belanja pertahanan. Pada perdagangan Selasa pagi waktu setempat, pelaku pasar akan mencermati data pendahuluan pesanan barang tahan lama untuk bulan Februari. Data tersebut akan menjadi indikator penting bagi arah ekonomi AS selanjutnya.
