STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Manajemen PT Sekar Bumi Tbk (SKBM) telah menandatangani perjanjian dengan PT Multi Karya sejati (MKS) untuk membeli saham tiga anak usahanya. Masing-masing, PT Bumi Pangan Utama ( BPU), PT Bumi Pangan Sejahtera (BPS), dan PT Bumi Pangan Asri (BPA) pada 6 April 2026. MKS sendiri adalah salah satu pemegang saham SKBM dengan kepemilikan sebanyak 9,92% saham.
Direksi SKBM dalam keterangan tertulis yang disampaikan, Rabu 8 April 2026 menjelaskan, berdasarkan perjanjian, Perseroan akan membeli sebanyak 19.700 lembar saham MKS dalam PT Bumi Pangan Utama (BPU) atau sekitar 7,65% dari saham disetor BPU. Adapun nilai transaksi tersebut mencapai Rp43,5 miliar.
Selain itu, Perseroan juga melakukan pembelian terhadap 11.390 lembar atau 29,97% saham disetor PT Bumi Pangan Sejahtera (BPS) yang dimiliki oleh MKS. Nilai transaksi pembelian saham BPS tersebut sebesar Rp41 miliar.
Selanjutnya, Perseroan melakukan pembelian atas saham milik MKS dalam PT Bumi Pangan Asri (BPA) sebanyak 5.990 lembar atau sekitar 7,91% dari saham disetor BPA dengan nilai transaksi mencapai Rp4,5 miliar. Sehingga total nilai transaksi pembelian saham ketiga anak usaha tersebut sebesar Rp89 miliar.
Menurut Direksi SKBM, alasan Perseroan melakukan transaksi pembelian saham tersebut adalah untuk memperkuat struktur kepemilikan Perseroan pada entitas anak agar terkonsolidasi secara penuh dalam Perseroan. “Transaksi ini juga bertujuan untuk meningkatkan fleksibilitas Perseroan dalam menentukan strategi dan pengambilan keputusan bisnis pada entitas anak,” tulis Direksi Perseroan.
Di samping itu, papar Direksi, dengan melakukan peningkatan kepemilikan dalam BPU, BPS, dan BPA, maka kegiatan usaha BPU, BPS, dan BPA akan terintegrasi secara penuh ke dalam Perseroan. Sehingan peningkatan kegiatan usaha BPU, BPS, dan BPA akan meningkatkan nilai Perseroan di masa yang akan datang.
Dari sisi kinerja keuangan, SKBM membukukan penjualan dan laba bersih, masing-masing Rp3,013 triliun dan Rp72, 52 miliar pada 2025. Perseroan memiliki total aset Rp2,32 triliun per Desember 2025. Jumlah liabilitas dan ekuitas SKBM per Desember 2025, masing-masing Rp1,26 triliun dan Rp1,05 triliun.
Sekedar informasi, PT Sekar Bumi Tbk (SKBM) bergerak di bidang industri makanan beku dengan produk ternamanya Finna Shrimp Cracker. Perusahaan tersebut didirikan pada tahun 1966, dengan nama Harry Susilo Private Limited, sebagai perusahaan yang menjalan usaha di bidang perdagangan hasil laut.
Perusahaan tersebut kemudian menjadi pemasok udang dan hasil laut ke Toyo Menka Company pada tahun 1968. Perusahaan ini terus mengembangkan bisnisnya ke komoditas pertanian, dan kemudian berkembang menjadi Grup Sekar. Perusahaan melakukan IPO (Initial Public Offering) pada tahun 1993. Produknya diekspor ke seluruh Asia, Amerika Serikat, dan Eropa. (konrad)
