STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT BSA Logistics Indonesia Tbk resmi mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, Jumat (10/4/2026). Emiten berkode saham WBSA ini masuk dalam jajaran Papan Pengembangan bursa.
Perusahaan melepas sebanyak 1,8 miliar lembar saham kepada publik. Jumlah tersebut mewakili 20,75% dari total seluruh saham tercatat. Harga penawaran perdana atau Initial Public Offering (IPO) ditetapkan sebesar Rp168 per lembar. Dari aksi korporasi ini, Perseroan berhasil mengantongi Rp302 miliar.
Total saham yang dicatatkan mencapai 8,67 miliar lembar saham. Komposisinya terdiri atas 6,87 miliar lembar saham pendiri dan 1,8 miliar lembar saham IPO. Adapun nilai nominal saham dipatok sebesar Rp40 per lembar.
Ada ketentuan pembatasan pengalihan saham bagi pemegang saham tertentu. Tiga Beruang Kalifornia Pte. Ltd. (TBK) dan PT Permata Gandaria Indah (PGI) dilarang menjual sahamnya selama delapan bulan. Larangan ini berlaku terhitung sejak pernyataan pendaftaran efektif.
TBK selaku pengendali perusahaan juga menyatakan komitmennya. Pihaknya tidak akan mengalihkan pengendalian atas WBSA dalam jangka waktu 12 bulan. Hal yang sama juga dinyatakan oleh Edwin Wibowo dan Andree selaku pemilik manfaat.
Distribusi saham dilakukan secara elektronik melalui PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). WBSA tidak menerbitkan surat kolektif saham dalam aksi korporasi ini. Langkah tersebut diambil guna mempermudah administrasi perdagangan di bursa.
Pande Made Kusuma Ari A., Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan BEI, memberikan keterangan resmi mengenai status pencatatan ini.
“Direksi PT Bursa Efek Indonesia telah menyetujui pencatatan saham PT BSA Logistics Indonesia Tbk (Perseroan),” tulis Pande dalam keterbukaan informasi dikutip Jumat (10/4/2026).
Pencatatan dan mulai perdagangan saham WBSA dilakukan serentak pada 10 April 2026. Kehadiran emiten ini menambah daftar perusahaan sektor logistik yang melantai di bursa domestik. Investor kini sudah bisa melakukan transaksi saham WBSA melalui sistem perdagangan BEI.
