MSCI Masih Singgung Risiko Downgrade? Ini Kata BEI

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – MSCI sempat mengancam akan menurunkan posisi pasar modal Tanah Air dari Emerging Market menjadi Frontier Market. Jika hal ini terjadi, posisi Indonesia akan sejajar dengan negara seperti Bangladesh.

Namun, pengumuman MSCI bertajuk Update on Free Float Assessment of Indonesian Securities pada 20 April 2026 waktu setempat mulai meredakan kekhawatiran pasar. Ancaman downgrade kini bergeser menjadi sinyal yang lebih positif.

MSCI mulai mengapresiasi langkah strategis yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dalam memperkuat transparansi pasar.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, menyebut diskusi dengan MSCI berlangsung konstruktif dan positif.

“Pembicaraan dengan MSCI berjalan konstruktif dan positif,” ujar Nyoman di Jakarta, Rabu (22/04/2026).

Ia menegaskan, fokus pembahasan terbaru adalah reformasi pasar yang tengah dijalankan regulator. MSCI saat ini memantau implementasi nyata dari kebijakan tersebut, sekaligus menghimpun masukan dari pelaku pasar global.

“MSCI sedang melakukan assessment atas market transparency reform yang sudah dilakukan,” kata Nyoman.

BEI juga terus melakukan berbagai inovasi guna melindungi investor, termasuk pembenahan indeks unggulan seperti IDX30, LQ45, dan IDX80.

Saham dengan kategori High Shareholder Concentration (HSC) kini tidak lagi diikutsertakan dalam konstituen indeks-indeks tersebut. Kebijakan ini bertujuan menjaga kualitas indeks agar tetap kredibel sebagai acuan investasi.

Selain itu, BEI juga menghadirkan layanan hotdesk sebagai pusat komunikasi intensif bagi investor global, guna meningkatkan pemahaman publik terhadap transparansi pasar.

Optimisme pasar tercermin dari pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Sejak pengumuman reformasi transparansi pada 2 April 2026, IHSG menguat sekitar 8%, dari level 7.026 menjadi 7.559 pada penutupan perdagangan terakhir.

“IHSG sudah menunjukkan peningkatan sebanyak 8%. Hal ini mencerminkan publik dan investor menyambut positif,” tutur Nyoman.

Sebelumnya, Pelaksana Tugas Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, juga merespons positif pengumuman MSCI. Pihak bursa telah bertemu langsung dengan MSCI pada 16 April 2026, dan empat proposal yang diajukan BEI mendapat tanggapan positif.

“Kami mengapresiasi empat proposal yang kami sampaikan telah di-acknowledge oleh MSCI,” ujar Jeffrey di Jakarta, Selasa (21/04/2026).

Ia menegaskan komunikasi dengan penyedia indeks global dan investor internasional akan terus berlanjut. Masukan dari pihak global dinilai penting untuk memperkuat pasar modal domestik.

Dengan berbagai langkah tersebut, BEI optimistis dapat menghilangkan kekhawatiran penurunan peringkat. Likuiditas yang terjaga serta meningkatnya kepercayaan investor diharapkan mampu mempertahankan posisi Indonesia di kelompok pasar berkembang dunia.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Ekspansi Usaha, Adiwarna Anugerah (NAIK) Dirikan Anak Usaha Baru di Singapura

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- PT Adiwarna Anugerah  Abadi Tbk (NAIK) mendirikan...

Merdeka Battery (MBMA) Lunasi Pokok dan Bunga Obligasi III 2025 Seri A Senilai Rp841,620 Miliar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Manajemen PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA)...

RUPSLB Techno9 Indonesia (NINE) Batal Dilaksanakan, Tak Penuhi Kuorum

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Manajemen PT Techno9 Indonesia Tbk (NINE) mengumumkan...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru