STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) memperluas kolaborasi global dalam ajang INTERCEM Asia 2026 di Jakarta. Perusahaan berkode saham SMGR ini membidik inovasi bahan bangunan dan rantai pasok berkelanjutan.
Langkah strategis ini merupakan bagian dari transformasi SIG menuju bisnis yang lebih customer-centric. Perusahaan ingin menciptakan pertumbuhan berkelanjutan melalui pengembangan produk derivatif atau turunan.
Wakil Direktur Utama SIG, Andriano Hosny Panangian menjelaskan industri bahan bangunan di Indonesia memiliki ekosistem yang sangat besar. Saat ini, kontribusi semen baru mencapai sekitar 11% dari total biaya material konstruksi.
Artinya, masih terdapat 89% potensi dari bahan bangunan lainnya yang bisa digarap oleh SIG. Perusahaan akan mengoptimalkan jaringan operasional yang luas untuk menyokong kebutuhan konstruksi nasional hingga regional.
”SIG bergerak ke arah bisnis yang lebih customer-centric dan value-driven dengan terus berinovasi menghadirkan produk derivatif,” kata Andriano Hosny Panangian pada konferensi INTERCEM Asia 2026 di Jakarta, Rabu (15/4/2026).
SIG juga meletakkan prinsip keberlanjutan sebagai fondasi operasional. Perusahaan meningkatkan penggunaan bahan bakar alternatif dari biomassa, refuse-derived fuel (RDF), hingga limbah industri.
Hingga 2025, SIG berhasil meningkatkan substitusi energi panas (thermal substitution rate) menjadi 9,77%. Angka ini naik signifikan jika dibandingkan capaian tahun 2024 yang sebesar 7,56%.
Sisi lingkungan juga menunjukkan progres positif. Intensitas emisi Gas Rumah Kaca (GRK) cakupan 1 turun 21% menjadi 561 kg CO2/ton semen dibandingkan baseline 2010. Emisi cakupan 2 juga turun 15% menjadi 57 kg CO2/ton semen.
Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri Kementerian Perindustrian, Emmy Suryandari menyebut industri semen dan mineral nonlogam tumbuh 6,16% pada 2025. Sektor ini mencatatkan nilai investasi mencapai Rp25 triliun.
Selain itu, nilai ekspor sektor tersebut menembus USD1,79 miliar. Industri ini tercatat mampu menyerap lebih dari 900 ribu tenaga kerja di Indonesia.
”Indonesia terbuka untuk memperkuat kolaborasi dengan mitra global dalam mendorong industri semen yang lebih tangguh, efisien, dan berkelanjutan,” ujar Emmy Suryandari.
Strategi transformasi SIG kini bertumpu pada empat pilar utama. Pilar tersebut meliputi inovasi produk berkelanjutan, kemitraan strategis, keunggulan rantai pasok, serta optimalisasi teknologi digital.
