Penjualan Merosot, MYTX Berbalik dari Laba ke Rugi Rp12,4 Miliar pada Kuartal I 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Asia Pacific Investama Tbk (MYTX) mencatat rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp12,40 miliar pada kuartal I 2026. Kinerja ini berbanding terbalik dibandingkan periode yang sama tahun 2025 dengan perolehan laba bersih Rp14,33 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2026 yang dipublikasikan Jumat (24/4/2026) penjualan neto MYTX merosot 10,47% menjadi Rp218,34 miliar. Pada Maret 2025, Perseroan masih mampu membukukan penjualan sebesar Rp243,88 miliar.

Penjualan MYTX sepanjang tiga bulan pertama 2026 didominasi oleh produk denim senilai Rp103,95 miliar. Kontributor lainnya berasal dari penjualan benang Rp41,93 miliar, kain mentah (greige) Rp26,03 miliar, dan kain jadi (finished fabrics) Rp12,76 miliar.

Tekanan pada laba bersih terjadi karena beban pokok penjualan lebih besar dari nilai pendapatan. Perseroan mencatat beban pokok penjualan sebesar Rp229,15 miliar. Alhasil, MYTX harus menanggung rugi bruto Rp10,82 miliar, membengkak dari rugi bruto tahun sebelumnya sebesar Rp1,76 miliar.

Selain itu, beban penjualan juga meningkat menjadi Rp3,39 miliar dari sebelumnya Rp2,77 miliar. Meskipun beban umum dan administrasi berhasil ditekan menjadi Rp3,30 miliar dari Rp4,25 miliar, Perseroan tetap mencatatkan rugi usaha.

Biaya keuangan juga menjadi faktor penekan kinerja. MYTX mencatat kenaikan biaya keuangan menjadi Rp13,35 miliar per Maret 2026, dari Rp12,67 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Dalam catatan laporan keuangan, manajemen mengungkapkan kondisi ketidakpastian material terkait kelangsungan usaha. “Total liabilitas jangka pendek telah melebihi total aset lancarnya sebesar Rp1.347 miliar,” tulis manajemen dalam dokumen tersebut.

Dari sisi neraca keuangan, total aset MYTX per 31 Maret 2026 mencapai Rp3,36 triliun. Angka ini naik tipis 0,3% dibandingkan posisi 31 Desember 2025 sebesar Rp3,35 triliun. Aset tetap neto menjadi komponen terbesar dengan nilai Rp2,82 triliun.

Total liabilitas Perseroan tercatat sebesar Rp3,96 triliun, naik dari Rp3,93 triliun pada akhir tahun 2025. Liabilitas ini terdiri atas liabilitas jangka pendek Rp1,87 triliun dan liabilitas jangka panjang Rp2,09 triliun.

MYTX masih mengalami defisiensi modal atau ekuitas negatif yang membengkak menjadi Rp600,22 miliar. Pada Desember 2025, posisi defisiensi modal Perseroan berada di angka Rp581,86 miliar.

Laporan keuangan interim ini ditandatangani oleh Ivan Pesik selaku Presiden Direktur dan Kristina Bay Maca selaku Direktur pada 24 April 2026. Perseroan saat ini terus berupaya melakukan efisiensi operasional dan memantau eksposur mata uang asing untuk menjaga stabilitas keuangan.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Kepala BP BUMN Apresiasi Kinerja Hutama Karya: Cetak Laba Rp3,09 Triliun dan Pangkas Utang 15,9%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) — PT Hutama Karya (Persero) mencatatkan kinerja...

Rupiah Melemah Tajam, Begini Strategi Mitigasi Bos Astra (ASII) dan BCA (BBCA)

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika...

Meskipun Penjualan Naik, Laba GUNA Susut 30,8% di Kuartal I 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Gunanusa Eramandiri Tbk (GUNA) membukukan...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru