STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Ikapharmindo Putramas Tbk (IKPM) sukses mencatatkan performa positif pada tiga bulan pertama tahun 2026. Perseroan berhasil mencetak laba bersih periode berjalan sebesar Rp877,41 juta (Rp0,52 per saham). Capaian ini berbanding terbalik dengan kerugian Rp1,42 miliar (rugi Rp0,84 per saham) pada periode yang sama tahun 2025.
Berdasarkan laporan keuangan interim per 31 Maret 2026 yang dirilis Selasa (27/4/2026), kenaikan kinerja ini didorong pertumbuhan penjualan neto sebesar 14,98%. Penjualan IKPM tercatat mencapai Rp103,84 miliar pada kuartal I-2026, naik dari Rp90,31 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya.
Kontributor utama pendapatan Perseroan berasal dari segmen produk farmasi (Pharma) senilai Rp57,20 miliar. Segmen non-farmasi (Non-pharma) menyumbang Rp46,50 miliar, sedangkan jasa maklon memberikan kontribusi sebesar Rp142,74 juta.
Seiring pertumbuhan penjualan, beban pokok penjualan juga mengalami kenaikan 7,3% menjadi Rp55,87 miliar dari sebelumnya Rp52,07 miliar. Meski demikian, IKPM mampu membukukan kenaikan laba bruto yang signifikan sebesar 25,44% menjadi Rp47,97 miliar dibanding Rp38,24 miliar pada kuartal I-2025.
Beban penjualan Perseroan terpantau meningkat menjadi Rp34,12 miliar dari Rp25,86 miliar. Namun, manajemen berhasil menekan beban umum dan administrasi menjadi Rp10,69 miliar dari sebelumnya Rp11,19 miliar. Biaya keuangan juga tercatat naik tipis menjadi Rp3,03 miliar dari Rp2,92 miliar.
Laba usaha Perseroan melonjak tajam sebesar 164,78% menjadi Rp3,16 miliar pada kuartal I-2026, dibandingkan Rp1,19 miliar pada tahun sebelumnya. Capaian ini memperkuat posisi keuangan Perseroan di awal tahun 2026.
Direksi Perseroan menegaskan tanggung jawab atas penyusunan laporan ini. “Laporan keuangan interim ini telah diotorisasi untuk diterbitkan oleh Direksi Perusahaan, selaku pihak yang bertanggung jawab atas penyusunan dan penyelesaian laporan keuangan interim, pada tanggal 27 April 2026,” tulis manajemen dalam laporan tersebut.
Dari sisi neraca keuangan, total aset IKPM per 31 Maret 2026 tercatat sebesar Rp472,90 miliar. Angka ini tumbuh 1,92% dibandingkan total aset per 31 Desember 2025 sebesar Rp464 miliar. Aset lancar mendominasi dengan nilai Rp310,22 miliar, sementara aset tidak lancar sebesar Rp162,68 miliar.
Hingga akhir Maret 2026, total liabilitas Perseroan mencapai Rp253,28 miliar, naik dari Rp245,26 miliar pada akhir tahun 2025. Adapun total ekuitas IKPM tercatat menguat menjadi Rp219,61 miliar dari posisi Desember 2025 sebesar Rp218,74 miliar.
