Proposal Damai Iran Mandek, Bursa Saham Eropa Kompak Melemah

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup di zona merah pada akhir perdagangan Senin (27/4/2026) waktu setempat. Investor mencermati perkembangan proposal perdamaian Iran serta menunggu arah kebijakan bank sentral global pekan ini.

Mengutip CNBC International, indeks Stoxx Europe 600 yang berisi saham-saham utama Eropa turun 0,3% ke posisi 608,84. Pergerakan indeks utama di kawasan tersebut bervariasi.

Indeks CAC 40 Prancis melemah 0,19% ke level 8.141,92. Indeks FTSE 100 Inggris turun 0,56% menjadi 10.321,09. Indeks DAX Jerman terkoreksi 0,19% ke posisi 24.083,53. Sementara itu, FTSE MIB Italia naik tipis 0,04% ke level 47.673,91 dan IBEX 35 Spanyol menguat 0,01% ke posisi 17.692,90.

Sentimen pasar dipicu oleh laporan terkait proposal baru Iran kepada Amerika Serikat (AS). Proposal itu mencakup rencana pembukaan kembali Selat Hormuz dan penghentian konflik. Namun, proses negosiasi belum menunjukkan kemajuan.

Situasi ini berkembang setelah Presiden AS, Donald Trump, membatalkan rencana pengiriman utusan khusus Steve Witkoff dan Jared Kushner ke Pakistan. Trump menilai komunikasi melalui telepon lebih efektif dalam proses diplomasi.

“Terlalu banyak waktu terbuang untuk bepergian, terlalu banyak pekerjaan! Tidak ada yang tahu siapa yang bertanggung jawab, termasuk mereka. Selain itu, kita memegang semua kartu; mereka tidak punya apa-apa! Jika mereka ingin bicara, yang harus mereka lakukan hanyalah menelepon!!!” tulis Trump.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menyebut belum ada agenda pertemuan antara Teheran dan Washington dalam waktu dekat.

Pelaku pasar juga menanti pertemuan bank sentral utama dunia. Federal Reserve, European Central Bank, dan Bank of England dijadwalkan menggelar rapat penting. Investor menunggu sinyal kebijakan moneter di tengah tekanan inflasi dan ketidakpastian ekonomi global.

Dari sektor korporasi, saham produsen turbin angin Jerman, Nordex, melonjak 5,7%. Perusahaan mencatat penjualan kuartal I naik 11% menjadi sekitar USD 2,2 miliar. Laba bersih juga meningkat menjadi sekitar Rp900 miliar.

Sebaliknya, saham Shell turun 0,3%. Penurunan terjadi setelah perusahaan mengumumkan rencana akuisisi perusahaan energi Kanada, ARC Resources, senilai USD 16,4 miliar.

Di pasar komoditas, harga minyak mentah Brent naik 0,9% menjadi USD 106,37 per barel. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menguat 0,7% ke level USD 95,07 per barel. Kenaikan harga dipicu ketidakpastian hasil pembicaraan damai di Timur Tengah.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Futures Wall Street Stabil, Investor Tahan Posisi Menanti Rilis Laba “Magnificent Seven”

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat (AS)...

Nikkei dan Kospi Cetak Rekor Tertinggi, Investor Abaikan Ketegangan AS-Iran

STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham Asia-Pasifik mayoritas ditutup menguat...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru