Komisaris LOPI, Arfindi Batubara Jual Seluruh Saham Perusahaan, Ini Tujuannya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Arfindi Batubara,  Komisaris PT Logisticsplus International  Tbk (LOPI) menjual seluruh kepemilikan sahamnya yakni sebanyak  150,400 lembar atau 0,096% sahamnya dalam perusahaan ekspedisi barang di pasar domestic dan internasional tersebut pada  8 Mei 2026.

Seperti dikutip dalam laporan perubahan kepemilikan saham yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat 8 Mei 2026, Arfindi menjual saham LOPI pada harga Rp119 per lembar sehingga mengantongi dana sebesar Rp89 juta.

Tujuan Arfindi Batubara melepas saham LOPI adalah strategi investasi dengan status kepemilikan saham langsung. Pasca transaksi tersebut, Arfindi pun tidak lagi memiliki saham di perusahaan ekspedisi Tersebut.

Hingga pukul 11.30 WIB  perdagangan sesi pertama di BEI, Jumat 8 Mei 2026, saham LOPI tercatat naik 6,09% menjadi Rp122 per unit dibanding sehari sebelumnya di Rp115. Selama sepekan, saham LOPI turun sebesar 3,36%. Jika dibandingkan antara harga 8 April 2026 sebesar Rp111 per unit terhadap penutupan kemarin, maka saham LOPI telah meningkat sebesar 3,6%.

PT Logisticsplus International Tbk (LOPI) merupakan perusahaan ekspedisi barang yang mencakup pasar domestik dan internasional. LOPI ini didirikan tahun 2016, dan merupakan entitas anak Logistics Plus Inc., perusahaan Amerika Serikat.

Hal ini membuat LOPI memiliki hak istimewa menggunakan jaringan global Logistic Plus di 180 negara untuk tujuan logistik dan layanan pengiriman barang internasional (termasuk izin impor dan ekspor, administrasi dokumen LC). (konrad)

- Advertisement -

Artikel Terkait

BEI Bakal Lelang 10 Kursi AB pada 2 Juni 2026, Ini Syaratnya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) berencana...

BRI Bayar Dividen Final Rp209 per Saham Hari Ini, Investor Panen Cuan

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk...

OJK: Tren Penurunan Suku Bunga Kredit Masih Berlanjut

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai tren penurunan...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru