Masa Berlaku Habis, 4,9 Miliar Opsi Saham MESOP I Bukalapak Dipastikan Hangus

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) resmi mengakhiri rangkaian Program Opsi Saham Manajemen dan Karyawan atau Management and Employee Stock Option Program (MESOP) Tahap I. Periode pelaksanaan terakhir yang berlangsung sejak 1 April hingga 18 Mei 2026 ini menandai berakhirnya masa berlaku miliaran opsi saham perusahaan.

Berdasarkan laporan hasil pelaksanaan konversi, emiten teknologi ini mencatatkan eksekusi sebanyak 18,38 juta opsi saham pada MESOP I. Harga pelaksanaan konversi tersebut dipatok pada Rp783 per saham. Total jumlah saham yang telah dilaksanakan ini menjadi bagian dari penutupan program tahap pertama tersebut.

Namun, tidak semua opsi saham berhasil terserap hingga batas waktu yang ditentukan. Manajemen melaporkan terdapat 4,95 miliar opsi saham yang belum dilaksanakan hingga periode berakhir. Karena masa berlakunya telah habis, seluruh opsi tersebut kini dinyatakan hangus.

Sekretaris Perusahaan BUKA, Cut Fika Lutfi, menegaskan seluruh hak opsi yang tersisa kini tidak lagi memiliki nilai konversi. “Seluruh opsi dalam MESOP I yang belum dilaksanakan sampai dengan berakhirnya Periode Pelaksanaan dinyatakan telah berakhir dan tidak dapat dilaksanakan lagi,” ujarnya, dalam keterbukaan informasi, Senin (18/5/2026).

Di sisi lain, BUKA juga melaporkan perkembangan MESOP Tahap II untuk periode pelaksanaan yang sama. Berbeda dengan tahap pertama, belum ada peserta yang melakukan eksekusi saham pada program tahap kedua ini. Jumlah opsi yang dilaksanakan tercatat nihil selama periode 1 April hingga 18 Mei 2026.

Harga pelaksanaan untuk MESOP Tahap II dipatok jauh lebih rendah, yakni Rp189 per saham. Hingga saat ini, masih terdapat 4,01 miliar opsi saham yang belum dilaksanakan dan masih berlaku. Program tahap kedua ini akan terus berlanjut sesuai dengan tanggal vesting yang telah disepakati antara peserta dan perusahaan.

Pihak manajemen memastikan berakhirnya masa berlaku MESOP I dan nihilnya eksekusi pada MESOP II periode ini tidak memberikan dampak negatif. Kondisi keuangan maupun kelangsungan usaha perseroan tetap berjalan normal tanpa gangguan operasional atau hukum.

“Tidak terdapat dampak terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha Perseroan,” tambah Cut Fika Lutfi dalam laporan tersebut.

Sebagai informasi, sisa opsi MESOP II masih memiliki masa berlaku cukup panjang hingga 24 Mei 2028 mendatang.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Energi Mega Persada (ENRG) Tawarkan Obligasi Rp500 Miliar, Intip Jadwal dan Bunganya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG)...

MSCI Minta Data Historis Tambahan ke BEI, Untuk Apa?

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) terus menjalin...

Merdeka Gold Resources (EMAS) Absen Bagi Dividen, RUPST Rombak Besar-besaran Pengurus

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS)...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru