STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) melakukan penawaran umum Obligasi Berkelanjutan I Tahap III Tahun 2026 dengan nilai pokok mencapai Rp500 miliar. Aksi korporasi ini merupakan bagian dari target penghimpunan dana melalui Obligasi Berkelanjutan I senilai Rp4 triliun.
Manajemen ENRG menawarkan obligasi tersebut dalam tiga seri. Obligasi Seri A memiliki jumlah pokok Rp259,5 miliar dengan tingkat bunga tetap 7,50% per tahun dan tenor 370 hari sejak tanggal emisi.
Untuk Seri B, perseroan menawarkan obligasi senilai Rp172,4 miliar dengan bunga tetap 8,75% per tahun dan jangka waktu tiga tahun.
Sementara itu, Seri C ditawarkan sebesar Rp68,1 miliar dengan tingkat bunga tetap 9,25% per tahun untuk tenor lima tahun.
“Peringkat tersebut berlaku untuk periode 11 September 2025 sampai dengan 1 September 2026,” tulis manajemen dalam keterangannya terkait hasil pemeringkatan idA+ (Single A Plus) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).
Seluruh dana hasil penawaran obligasi akan digunakan untuk ekspansi dan pelunasan utang. Sekitar 41,60% dana dialokasikan sebagai pinjaman kepada anak usaha, PT Energi Maju Abadi (EMA), yang akan digunakan untuk melunasi seluruh pokok utang kepada Bank Mandiri.
Selanjutnya, sekitar 19,25% dana akan disalurkan kepada PT Internasional Tambang Artha (ITA) untuk membayar sebagian pokok utang kepada Bank Mandiri. Adapun sisa dana akan digunakan sebagai modal kerja guna mendukung kegiatan operasional anak usaha.
Berdasarkan laporan posisi keuangan konsolidasian per 31 Desember 2025, ENRG mencatat total aset sebesar USD 1,82 miliar, meningkat dibandingkan posisi akhir 2024 sebesar USD 1,58 miliar.
Total liabilitas perseroan tercatat sebesar USD 999,58 juta dengan total ekuitas mencapai USD 822,74 juta.
Dari sisi kinerja, emiten migas tersebut membukukan penjualan neto sebesar USD 498,12 juta pada 2025. Perseroan juga mencatat laba neto tahun berjalan sebesar USD 91,61 juta, naik dibandingkan tahun sebelumnya sebesar USD 72,96 juta.
Adapun masa penawaran umum obligasi dijadwalkan berlangsung pada 18 Mei 2026. Tanggal penjatahan jatuh pada 19 Mei 2026, sementara distribusi obligasi secara elektronik dilakukan pada 21 Mei 2026.
Selanjutnya, obligasi tersebut akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia pada 22 Mei 2026.
Dalam penerbitan ini, ENRG menunjuk PT Mandiri Sekuritas, PT Sucor Sekuritas, dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi. Selain itu, PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia bertindak sebagai penjamin emisi obligasi, sedangkan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk ditunjuk sebagai wali amanat.
