STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup menguat pada akhir perdagangan Senin (18/5/2026) waktu setempat. Indeks saham di kawasan ini berhasil bangkit dari pelemahan pada awal sesi. Investor merespons perkembangan terbaru terkait konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Mengutip CNBC International, indeks Stoxx Europe 600 yang berisi saham-saham utama di Eropa berakhir naik 0,3% ke posisi 610,17. Mayoritas bursa utama di London, Paris, dan Frankfurt finish di zona hijau. Indeks CAC 40 Prancis naik 0,44% ke level 7.987,49. Namun, FTSE MIB Italia turun 0,91% ke posisi 48.669,05.
Indeks FTSE 100 Inggris menguat 1,26% ke level 10.323,75. DAX Jerman tumbuh 1,49% ke posisi 24.307,92. Sementara itu, IBEX 35 Spanyol meningkat 0,75% ke level 17.755,10.
Pasar saham Eropa bergerak melawan tren negatif bursa Asia-Pasifik. Sentimen ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump memberikan peringatan keras kepada Iran. Melalui akun Truth Social miliknya, Trump mendesak Iran segera menyepakati persyaratan perdamaian.
Trump menyebut waktu terus berjalan bagi Iran untuk mengambil keputusan. Ia memperingatkan konsekuensi besar jika kesepakatan tidak segera tercapai.
“Jam terus berdetak,” tulis Trump dalam unggahannya. Ia menambahkan “tidak akan ada yang tersisa” jika tindakan tidak segera diambil. “Waktu adalah hal yang terpenting,” tegasnya.
Sektor energi memimpin penguatan dengan kenaikan 2% seiring melonjaknya harga minyak dunia. Harga minyak mentah Brent naik 1,53% menjadi US$110,93 per barel. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) juga naik 1,4% ke level US$106,90 per barel.
Di sisi korporasi, saham Ryanair melonjak 5%. Maskapai berbiaya rendah ini melaporkan laba setelah pajak sebesar 2,3 miliar euro atau sekitar US$2,7 miliar. Angka ini mencerminkan kenaikan 40% untuk tahun fiskal yang berakhir pada Maret.
Chief Financial Officer Ryanair, Neil Sorahan, mengungkapkan strategi perusahaan menghadapi fluktuasi harga energi. Ryanair telah melakukan lindung nilai (hedging) untuk 80% kebutuhan bahan bakar jet musim panas.
Sorahan menegaskan kesiapan maskapai menghadapi kondisi pasar yang tidak menentu. Ryanair telah bersiap untuk “situasi Armageddon” di tengah ketidakpastian biaya minyak yang terus berlanjut, ujarnya kepada CNBC.
Kenaikan biaya energi kini menjadi fokus utama pertemuan menteri keuangan G7 dan gubernur bank sentral di Paris. Pertemuan ini berlangsung di tengah aksi jual tajam di pasar obligasi global. Imbal hasil (yield) obligasi Treasury AS tenor 10 tahun berada di level 4,6%, mendekati level tertinggi dalam 15 bulan.
Yield Gilt Inggris tenor 10 tahun mencapai 5,165% pada hari Senin. Di tempat lain, yield Bund Jerman tenor 10 tahun naik lebih dari 2 basis poin menjadi 3,1776%. Kondisi ini menunjukkan kekhawatiran investor terhadap tekanan inflasi yang dipicu oleh kenaikan harga energi.
