DOID Gelar RUPSLB Juni 2026, Bahas Penarikan 293 Juta Saham Treasuri dan Buyback Baru

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT BUMA Internasional Grup Tbk (DOID) berencana melakukan pengurangan modal ditempatkan dan disetor penuh. Aksi korporasi ini dilakukan melalui penarikan kembali saham hasil pembelian kembali (buyback) atau saham treasuri.

Emiten tambang batu bara ini akan meminta restu pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Pertemuan tersebut dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada 24 Juni 2026.

Olga Oktavia Patuwo, Corporate Secretary DOID, menjelaskan perusahaan bermaksud menarik kembali sebanyak-banyaknya 293.837.700 saham treasuri. Langkah ini merupakan bagian dari Pengurangan Modal Tahap 3.

“Tujuan pengurangan modal ini untuk meningkatkan nilai pemegang saham. Perseroan juga ingin menghasilkan struktur modal yang lebih efisien,” tulis Olga dalam keterbukaan informasi, dikutip Selasa (19/5/2026).

Saat ini, jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh DOID mencapai 7.651.007.132 unit atau 28,34% dari modal dasar. Setelah Pengurangan Modal Tahap 3 dilaksanakan, jumlah saham akan berkurang menjadi 7.357.169.432 unit atau setara 27,25% dari modal dasar.

Secara proforma, nilai modal ditempatkan dan disetor penuh akan berubah dari sebelumnya Rp382,55 miliar menjadi Rp367,85 miliar. Meski terjadi perubahan, DOID memastikan struktur modal tetap memenuhi ketentuan undang-undang dan anggaran dasar perusahaan.

Selain pengurangan modal, DOID menyiapkan Program Kepemilikan Saham Manajemen dan Karyawan atau MESOP Tahap 2. Program ini dikenal juga sebagai Long-Term Share Plan (LTSP).

“MESOP Tahap 2 dirancang meningkatkan keterikatan dan insentif jangka panjang bagi peserta program,” ungkap Olga.

Saham untuk program MESOP akan diambil dari sisa saham treasuri atau saham hasil rencana buyback baru. Perseroan tidak menerbitkan saham baru dalam program ini, sehingga tidak ada dampak dilusi bagi pemegang saham publik.

Manajemen DOID juga mengusulkan rencana buyback saham baru sebanyak-banyaknya 320.769.300 unit. Rencana ini juga akan diajukan dalam RUPSLB mendatang.

Bagi investor yang ingin berpartisipasi dalam RUPSLB, tanggal pencatatan (recording date) ditetapkan pada 1 Juni 2026. Pemanggilan rapat akan dilakukan secara resmi pada 2 Juni 2026.

Persyaratan kuorum untuk agenda pengurangan modal mewajibkan kehadiran pemegang saham yang mewakili minimal 2/3 bagian dari seluruh saham dengan hak suara sah. Keputusan harus disetujui lebih dari 2/3 bagian pemegang saham yang hadir. Sementara untuk agenda MESOP, kuorum kehadiran minimal adalah lebih dari 1/2 bagian saham.

- Advertisement -

Artikel Terkait

BUMA Internasional (DOID) Siap Buyback Saham Rp104,250 Miliar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT BUMA Internasional Grup Tbk (DOID)...

TRJA Bidik Peluang IKN, Siapkan Investasi Rp108,9 Miliar untuk Tambah 665 Armada Baru

STOCKWATCH.ID (BALIKPAPAN) – PT Transkon Jaya Tbk (TRJA) resmi...

INDY Terbitkan Obligasi USD 100 Juta, Seluruh Dana Digelontorkan ke Proyek Emas

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Indika Energy Tbk (INDY) resmi...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru