Emas Dunia Merangkak Naik Saat Dolar AS Melemah, Investor Pantau Dampak Perang Iran

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia menguat tipis pada akhir perdagangan Senin (18/5/2026) waktu setempat atau Selasa pagi (19/5/2026) WIB. Pelemahan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) menjadi penopang utama kenaikan logam mulia. Namun, penguatan emas terhambat oleh lonjakan imbal hasil obligasi dan tingginya harga minyak mentah.

Mengutip CNBC International, harga emas spot naik 0,2% menjadi 4.548,14 USD per ons troi. Sebelumnya, harga emas spot sempat menyentuh level terendah sejak 30 Maret. Sementara itu, harga emas berjangka AS untuk pengiriman Juni ditutup turun 0,1% pada posisi 4.558 USD per ons troi.

Indeks dolar AS merosot 0,3% terhadap mata uang utama lainnya. Kondisi ini membuat emas yang dihargai dalam dolar menjadi lebih terjangkau bagi pembeli yang memegang mata uang lain.

Jim Wyckoff, analis pasar di American Gold Exchange, memberikan pandangannya terkait pergerakan pasar. Ia menilai penurunan dolar memberikan angin segar bagi emas.

“Indeks dolar AS turun ke level terendah sesi – itu adalah elemen ramah bagi pasar emas,” ujar Jim Wyckoff.

Meski demikian, pasar obligasi pemerintah global mengalami tekanan. Lonjakan harga energi yang dipicu oleh perang Iran memicu kekhawatiran inflasi. Hal tersebut memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga oleh bank sentral.

Imbal hasil (yield) obligasi Treasury AS tenor 10 tahun mendaki ke level tertinggi sejak Februari 2025. Emas yang tidak memberikan imbal hasil atau bunga cenderung kehilangan daya tarik saat suku bunga dan yield obligasi melonjak.

Wyckoff mengingatkan kenaikan imbal hasil obligasi bisa menjadi tantangan bagi emas ke depan. Ia memprediksi adanya tekanan harga dalam waktu dekat.

“Kenaikan imbal hasil obligasi kemungkinan akan membatasi sisi atas jika tidak menyebabkan tekanan harga turun lebih lanjut pada logam di sini dalam jangka pendek,” tambah Wyckoff.

Di sisi lain, harga minyak mentah naik sekitar 2% ke level tertinggi dalam dua pekan terakhir. Kekhawatiran gangguan pasokan menjadi pemicu utama kenaikan harga energi tersebut.

Sejak dimulainya perang AS-Israel melawan Iran pada 28 Februari, harga minyak mentah Brent telah melonjak sekitar 55%. Berbanding terbalik, harga emas spot justru turun sekitar 13,8% dalam periode yang sama.

Sejumlah bank besar mulai memangkas proyeksi harga emas jangka pendek seiring menurunnya permintaan investor. J.P. Morgan menjadi salah satu lembaga yang merevisi perkiraan harga rata-rata emas tahun 2026. Mereka menurunkan proyeksi menjadi 5.243 USD per ons troi dari perkiraan sebelumnya sebesar 5.708 USD per ons troi.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Trump Tunda Serangan ke Iran, Harga Minyak Dunia Tetap Parkir di Zona Hijau

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia tetap bertengger di...

Pernyataan Keras Trump ke Iran, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 3%

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia ditutup menguat tajam...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru