BEI Masukkan Saham WBSA ke Radar Pemantauan Khusus, Ini Alasannya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi memasukkan saham PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) ke dalam daftar Efek Bersifat Ekuitas Dalam Pemantauan Khusus. Kebijakan ini mulai berlaku efektif sejak 5 Mei 2026.

Keputusan tersebut tertuang dalam pengumuman Bursa Nomor Peng-PK-00040/BEI.PLP/05-2026. Surat ini sekaligus mengoreksi pengumuman sebelumnya bernomor Peng-PK-00050/BEI.PLP/05-2026 yang diterbitkan pada 4 Mei 2026.

WBSA merupakan emiten yang tercatat di Papan Pengembangan. Berdasarkan data Bursa, saham ini masuk dalam daftar pemantauan khusus karena memenuhi kriteria nomor 10.

Kriteria tersebut merujuk pada kondisi emiten yang dikenakan penghentian sementara (suspensi) perdagangan Efek selama lebih dari satu hari bursa akibat aktivitas perdagangan saham perusahaan.

Kadiv Peraturan dan Layanan Perusahaan Tercatat BEI, Teuku Fahmi Ariandar, menyampaikan status WBSA saat ini telah resmi masuk dalam daftar pemantauan khusus.

“Perubahan ini mulai efektif pada tanggal 5 Mei 2026,” tulis Teuku Fahmi dalam pengumuman resmi Bursa, Selasa (19/5/2026).

Secara keseluruhan, BEI menetapkan 11 kriteria bagi saham untuk masuk dalam radar pemantauan khusus. Beberapa di antaranya meliputi harga rata-rata saham di Pasar Reguler kurang dari Rp51,00 atau memiliki likuiditas rendah dengan nilai transaksi harian kurang dari Rp5 juta.

Selain itu, emiten dengan laporan keuangan beropini tidak menyatakan pendapat (disclaimer), memiliki ekuitas negatif, hingga perusahaan yang sedang menghadapi Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) maupun pailit juga dapat masuk dalam daftar tersebut.

Manajemen Bursa menjelaskan pengumuman ini merupakan dokumen resmi yang dihasilkan melalui sistem pelaporan elektronik. BEI bertanggung jawab penuh atas seluruh informasi yang tercantum di dalamnya untuk diketahui publik dan investor.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Saratoga Investama (SRTG) Tebar Dividen Jumbo Rp1,399 Triliun, Segini per Sahamnya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Dividen PT Saratoga Investama Sedaya  Tbk (SRTG) sebesar...

Berakhir di 6.370,679, IHSG Kembali Anjlok 3,46%, Saham TPIA dan DSSA Rontok Lebih dari 14%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Dibuka melemah di 6.599,213, Indeks Harga Saham Gabungan...

Direktur EPAC Bahar Jual Seluruh Saham Perusahaan di Atas Harga Pasar, Cuan Rp15,99 Miliar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Bahar, Direktur PT Megalestari Epack Sentosaraya Tbk...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru