spot_img

Pendapatan ASDM Tumbuh Double Digit per Maret 2026, Tapi Laba Justru Menyusut 15%, Ada Apa?

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Asuransi Dayin Mitra Tbk (ASDM) mencatat laba bersih sebesar Rp3,78 miliar pada kuartal I 2026. Perolehan ini menyusut 15,44% dibandingkan Rp4,47 miliar pada periode yang sama tahun 2025.

Berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2026 yang dipublikasikan baru-baru ini, laba per saham dasar Perseroan juga turun menjadi Rp10. Sebelumnya, pada periode yang sama tahun lalu, laba per saham ASDM berada di angka Rp12.

Meski laba bersih menurun, pendapatan jasa asuransi Perseroan justru tumbuh positif. ASDM mengantongi pendapatan sebesar Rp194,39 miliar hingga Maret 2026. Angka ini naik 14,65% dari Rp169,55 miliar pada kuartal I 2025.

Pertumbuhan pendapatan ini ditopang oleh kinerja berbagai lini bisnis. Segmen asuransi kebakaran menjadi kontributor utama dengan pendapatan Rp81,65 miliar. Disusul oleh segmen asuransi kecelakaan sebesar Rp39,29 miliar dan rangka kapal Rp18 miliar.

Peningkatan pendapatan asuransi juga diikuti kenaikan biaya. Beban jasa asuransi membengkak menjadi Rp56,90 miliar dari sebelumnya Rp37,81 miliar. Selain itu, Perseroan mencatat beban neto dari kontrak reasuransi sebesar Rp107,57 miliar.

Hasil investasi neto ASDM tercatat mengalami pertumbuhan. Perseroan membukukan Rp6,14 miliar, naik dari Rp5,40 miliar secara tahunan (yoy). Namun, beban operasional lain meningkat menjadi Rp31,37 miliar dari Rp28,01 miliar pada 2025.

Dari sisi neraca, total aset ASDM per Maret 2026 mencapai Rp848,71 miliar. Jumlah ini turun 5,41% dibandingkan posisi Desember 2025 yang sebesar Rp897,24 miliar. Penurunan aset terutama dipicu berkurangnya aset kontrak reasuransi menjadi Rp289,81 miliar.

Total liabilitas Perseroan tercatat sebesar Rp482,09 miliar pada akhir Maret 2026. Angka ini lebih rendah dari posisi akhir tahun 2025 yang mencapai Rp534,31 miliar. Sementara itu, total ekuitas Perseroan sedikit menguat menjadi Rp366,62 miliar dari sebelumnya Rp362,93 miliar.

- Advertisement -

Artikel Terkait

BTN dan KAI Garap 5.400 Unit Hunian TOD, Manggarai Diproyeksi Jadi ‘SCBD Kedua’ Jakarta

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk...

Laba Bersih BTN Melesat 43,84% Jadi Rp1,45 Triliun per April 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk...

Laba Bersih Astrindo (BIPI) Ambles 83% di 2025, Pendapatan Ikut Terkoreksi Tajam

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI)...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru