STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup melemah pada akhir perdagangan Senin (6/7/2026) waktu setempat. Pergerakan ini terjadi setelah investor melakukan aksi ambil untung menyusul kenaikan pasar ke level rekor tertinggi.
Mengutip Investing, indeks Stoxx Europe 600 yang berisi saham-saham utama di Eropa berakhir turun 0,35% ke posisi 650,5. Indeks ini sempat menyentuh rekor sepanjang masa pada level 654,44 poin di awal sesi. Pelemahan ini muncul setelah indeks mencatatkan kinerja mingguan terkuat sejak pertengahan Mei lalu.
Hampir sebagian besar bursa utama di kawasan tersebut berada di zona merah. Indeks CAC 40 Perancis turun 0,33% ke level 8.479,87. Indeks FTSE 100 Inggris melemah 0,26% ke posisi 10.651,77. Sementara itu, IBEX 35 Spanyol merosot 0,85% ke level 19.683,8.
Penurunan juga terjadi pada indeks SMI Swiss sebesar 0,85% ke posisi 14.302,26. Indeks BEL 20 Belgia jatuh 1,4% ke level 5.732,45. Indeks PSI20 Portugal juga terkoreksi 1,19% ke posisi 9.217,31.
Berbeda dengan tren regional, indeks DAX Jerman justru naik 0,15% ke rekor tertinggi di posisi 25.817,89. Hasil ini menandai kenaikan selama lima hari berturut-turut. Penguatan dipicu data pesanan industri di Jerman yang tumbuh melampaui perkiraan pada Mei.
Analis Deutsche Bank yang dipimpin Maximilian Uleer memperkirakan arah pasar akan berubah. Uleer menulis, “Investor sebagian besar mengabaikan ekuitas Jerman pada kuartal kedua. Kami memperkirakan tren ini akan berbalik.”
Pelaku pasar kini fokus menanti musim laporan keuangan mendatang. Ekonom Jefferies, Mohit Kumar, menyebut momen ini sebagai ujian bagi sektor kecerdasan buatan (AI). Hasil laporan keuangan tersebut diprediksi akan membentuk kinerja pasar selama beberapa bulan ke depan.
“Ada kekhawatiran tentang kelebihan kapasitas dan apakah belanja modal AI dapat memberikan hasil yang diharapkan. Kami optimis terhadap musim laporan keuangan ini,” ujar Mohit.
Data ekonomi menunjukkan penjualan ritel zona euro pada Mei naik 1,6% secara tahunan. Angka ini sejalan dengan perkiraan para analis.
Di sisi korporasi, saham easyJet melonjak 9,28%. Kenaikan ini terjadi setelah maskapai Inggris tersebut menyetujui tawaran akuisisi dari perusahaan investasi AS, Castlelake. Nilai kesepakatan mencapai 5,5 miliar poundsterling atau sekitar USD 7,34 miliar.
Sektor pertahanan turut menguat 1,33% karena ketegangan geopolitik yang belum mereda. Saham Exail naik 2,12% setelah Thales sepakat membeli saham pengendali di perusahaan teknologi drone tersebut. Saham Airbus juga menguat 1,58%.
Produsen mobil mewah Ferrari naik 2,22% setelah meluncurkan model 12 silinder edisi terbatas dengan transmisi manual. Di sisi lain, J.P. Morgan menaikkan status Yunani menjadi “overweight”. Langkah ini diperkirakan mendatangkan aliran dana masuk sekitar USD 1 miliar ke pasar saham Yunani.

