spot_img

Saudi Pangkas Harga Besar-Besaran dan OPEC+ Tambah Pasokan, Harga Minyak Dunia Bergerak Tipis

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia bergerak tipis pada akhir perdagangan Senin (6/7/2026) waktu setempat atau Selasa pagi (7/7/2026) WIB. Harga si emas hitam kini bertahan di level yang sama seperti sebelum perang Iran berkecamuk.

Mengutip CNBC, harga minyak mentah Brent untuk pengiriman Agustus turun 0,14 USD menjadi 71,99 USD per barel, di London ICE Futures Exchange.

Adapun harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) jatuh 0,13 USD. Minyak WTI berakhir pada posisi 68,55 USD per barel, di New York Mercantile Exchange.

Pasar merespons langkah Arab Saudi yang memangkas harga jual resmi untuk minyak jenis Arab Light ke Asia. Potongan harga sebesar 1,50 USD di bawah rata-rata Oman/Dubai ini merupakan penurunan bulanan terbesar sejak catatan Reuters dimulai pada 2003.

Analis UBS, Giovanni Staunovo, memberikan analisanya terkait pergerakan harga saat ini.  Ia menyebut pemulihan ekspor melalui Selat Hormuz turut memengaruhi pasar.

“Pergerakan turun masih dipengaruhi oleh kapal tanker yang sebelumnya tertahan dan kini berhasil keluar dari Teluk, sehingga terjadi peningkatan volume minyak di perairan,” ujar Giovanni Staunovo.

Investor juga memantau hasil pertemuan OPEC dan sekutunya termasuk Rusia pada hari Minggu.  Kelompok produsen ini sepakat menambah target produksi sebesar 188.000 barel per hari (bpd) mulai Agustus. Penambahan ini menyusul kenaikan serupa yang dilakukan pada Juni dan Juli.

Sementara itu, Uni Emirat Arab (UEA) meningkatkan produksi minyak mentahnya hingga mendekati rekor di atas 3,8 juta bpd pada Juni. Langkah ini diambil setelah UEA keluar dari keanggotaan OPEC guna menghindari batasan produksi.

Kondisi ini memicu kekhawatiran akan terjadinya persaingan antar produsen di kawasan Teluk.  Robert Yawger, Direktur Energy Futures di Mizuho, melihat adanya indikasi tersebut.

“Semakin terlihat produsen Teluk sedang bersiap untuk perang harga,” kata Robert Yawger.

Analis PVM, Tamas Varga, menilai kebijakan para produsen ini menambah tekanan bagi pasar. Namun, ia melihat sisi positif bagi konsumen di masa depan.

“Mereka menjual ke pasar yang sedang jatuh, sehingga hanya memberikan sedikit harapan untuk pemulihan harga dalam waktu dekat. Namun, harga minyak yang lebih rendah pasti akan merangsang permintaan lebih lanjut nantinya,” tutur Tamas Varga.

Di sisi lain, ketegangan geopolitik masih membayangi pasokan global.  Militer Ukraina melaporkan telah menyerang kilang minyak terbesar Rusia di Omsk serta fasilitas di Yaroslavl dan Leningrad.

Kabar positif datang dari industri pelayaran dunia.  Grup pelayaran Maersk dan Hapag-Lloyd akan kembali melanjutkan pelayaran melalui Terusan Suez.  Rute ini sempat ditinggalkan akibat serangan Houthi dari Yaman di Laut Merah selama perang Gaza.

Pengaktifan kembali rute Terusan Suez ini diprediksi sangat menguntungkan perdagangan global.  Langkah tersebut dapat memangkas waktu perjalanan hingga empat minggu.  Terusan Suez sendiri menyumbang 10% dari total perdagangan dunia.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Stock Futures Bergerak Datar Usai Dow Jones Tembus 53.000 untuk Pertama Kali

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Kontrak berjangka (stock futures) saham...

Harga Emas Dunia Turun dari Level Tertinggi Dua Pekan, Ini Penyebabnya

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia melemah pada perdagangan...

Stock Futures Bergerak Beragam, Nasdaq Melonjak 1,3% usai Wall Street Menghijau

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Stock futures Amerika Serikat (AS)...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru