spot_img

Wall Street Kompak Menguat, Dow Jones Cetak Rekor Penutupan di Atas 53.000

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Wall Street kompak menguat pada penutupan perdagangan hari Senin (6/7/2026) waktu setempat atau Selasa pagi (7/7/2026) WIB. Tiga indeks utama melanjutkan tren positif setelah mencatatkan kinerja mingguan yang kuat.

Mengutip CNBC, indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) di Bursa Efek New York naik 155,84 poin atau 0,29% ke level 53.055,91.  Indeks S&P 500 (SPX) juga naik 0,72% dan berakhir di posisi 7.537,43.  Sementara itu, indeks komposit Nasdaq (IXIC) yang didominasi saham teknologi, menguat 1,12% menjadi 26.121,16.

Pencapaian Dow Jones kali ini sangat spesial. Indeks tersebut untuk pertama kalinya ditutup di atas level 53.000. Dow Jones bahkan mencetak rekor tertinggi baru di tengah sesi perdagangan berlangsung.  Semangat pasar muncul saat memulai pekan perdagangan baru setelah libur Hari Kemerdekaan Amerika Serikat (AS).

Saham-saham teknologi melompat cukup tinggi. Dana kelolaan State Street Technology Select Sector SPDR ETF (XLK) naik hampir 2%. Lonjakan ini dipimpin oleh saham Western Digital yang naik 7% dan Teradyne yang tumbuh 2,8%. Saham Oracle ikut menguat 2,5%, sedangkan Marvell Technology naik lebih dari 1%.

Sektor semikonduktor atau pembuat chip kembali bergairah.  Dana kelolaan VanEck Semiconductor ETF (SMH) ditutup naik sekitar 2%. Sebelumnya, sektor ini sempat lesu selama dua minggu berturut-turut karena investor berpindah ke sektor lain.  Meski sempat turun, dana tersebut tetap mencatatkan kenaikan lebih dari 80% sepanjang enam bulan pertama tahun ini.

Anthony Saglimbene, Chief Market Strategist Ameriprise Financial, memberikan analisanya terkait kondisi ini.  Ia melihat harapan para investor sangat besar terhadap saham-saham tersebut.

“Ekspektasi benar-benar tinggi, jadi saya tidak tahu apakah Anda akan melihat kenaikan sebanyak itu di paruh kedua pada saham-saham ini seperti yang kita lihat di paruh pertama,” ujar Anthony kepada CNBC. “Selama mereka mengonfirmasi fundamental kuat, maka saya pikir mereka mungkin bisa naik sedikit lebih tinggi.”

Anthony menambahkan pergerakan saham kecerdasan buatan (AI) akan mengalami pasang surut dalam beberapa bulan ke depan. Hal ini sangat bergantung pada kemampuan perusahaan AI dalam menunjukkan keuntungan yang besar.

“Saya tidak berpikir Anda bisa mengandalkan salah satu dari mereka untuk membawa obor di paruh kedua tahun ini,” tambah Anthony. “Ini benar-benar tentang fundamental, pertumbuhan pendapatan, tingkat suku bunga, pertumbuhan ekonomi, dan semuanya menunjukkan latar belakang yang cukup positif saat ini.”

Di sisi lain, saham Dell Technologies melonjak lebih dari 4%. Penguatan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump mempromosikan komputer buatan perusahaan tersebut.

Kabar kurang sedap datang dari Microsoft.  Saham perusahaan raksasa teknologi ini turun hampir 1%. Hal ini terjadi setelah Microsoft mengumumkan pemangkasan 4.800 karyawan. Jumlah tersebut setara dengan 2,1% dari total seluruh pekerjanya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Bursa Asia-Pasifik Berakhir Beragam, Indeks Kosdaq Korea Selatan Jatuh 2,46%

STOCKWATCH.ID (TOKYO) - Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik berakhir...

Bursa Asia Dibuka Beragam, Risalah Rapat The Fed Jadi Sorotan Investor

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa saham Asia-Pasifik diperkirakan bergerak beragam...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru