spot_img

Sujito Ngadiman Jual 11,9 Juta Saham Dewi Shri (DEWI) Senilai Rp1,42 Miliar, Harga Diskon

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)– Sujito Ngadiman, salah satu pemegang saham pengendali PT Dewi Shri Farmindo Tbk (DEWI) mengurangi porsi kepemilikan dengan menjual sebanyak 11.900.000 unit atau 0,86% saham perusahaan ini melalui Bursa Efek Indonesia pada 25 JuniĀ  2026.

Seperti dikutip dalam laporan perubahan kepemilikan saham yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu 8 Juli 2026, Sujito Ngadiman menjual saham DEWI pada harga Rp119 per unit dengan nilai transaksi Rp1,42 Miliar.

Teracatat bahwa pada perdagangan di BEIĀ  tanggal 25Ā  Juni 2026, saham DEWI ditutup di level Rp121 per unit. Dengan demikian, Sujito Ngadiman melepas saham DEWI di bawah harga pasar atau lebih murah Rp2 per unit. Pasca transaksi tersebut, Sujito masih menguasai 6,89% saham.

Tujuan Sujito Ngadiman menjual saham DEWI adalah divestasi dengan status kepemilikan langsung. SetelahĀ  penjualan tersebut, kepemilikan Sujito Ngadiman atas DEWIĀ  turun menjadi 137.846.600,00 Unit atau 6,89%, dari sebelumnya sebanyak 153.199.300,00 unit setara 7,75%.

Pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Rabu 8 Juli 2026, saham DEWIĀ  ditutup stagnan di Rp119 per unit. Selama sepekan, saham DEWI turun sebesar 0,83%. Jika dibandingkan antara harga 8 Juni 2026 sebesar Rp108 per unit terhadap penutupan Rabu ini, masa saham DEWI telah meningkat sebesar 10,18%.

PT Dewi Shri Farmindo Tbk (DEWI) merupakan perusahaan yang didirikan pada tanggal 17 September 2019 di Cianjur, Jawa Barat. Perusahaan ini mulai beroperasi secara komersial pada tahun yang sama. Perusahaan ini bergerak dalam industri peternakan ayam broiler, pemotongan, penyimpanan dingin, dan perdagangan di fasilitasnya di Cianjur.

Perusahaan itersebut telah mendapat izin dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk menjamin semua produk dagingnya halal. Adapun dalammenjakan kegiatan usahanya, Perusahaan tersebut memproduksi daging ayam dalam berbagai potongan (drumstick, dada, paha, boneless, skinless, dll) untuk mengakomodir kebutuhan industri makanan.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Indonesia Masuk dalam Watchlist S&P Dow Jones Indices, IHSG Anjlok Lagi 1,89%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri...

BEI Ungkap Strategi Menghidupkan Kembali Transaksi Saham yang Masih Sepi

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)  – Bursa Efek Indonesia (BEI) memastikan tetap...

Winner Nusantara (WINR) Ungkap Beli 8,5% Saham Laxo Global Akses, Segini Nilainya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)-Manajemen PT Winner Nusantara Jaya Tbk (WINR) mengungkapkan,...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru