spot_img

Divestasi AdMedika Rampung, Telkom Fokus ke Bisnis Inti, Fullerton Health Siapkan Ekspansi Layanan Kesehatan di Indonesia

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)  – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), melalui anak usahanya, PT Multimedia Nusantara (TelkomMetra) resmi melepas seluruh kepemilikannya di PT Administrasi Medika (AdMedika) kepada Global Assistance & Healthcare Singapore Pte, Ltd (Fullerton).

Penandatanganan Perjanjian Jual Beli atau Sale and Purchase Agreement (SPA) antara TelkomMetra dan Fullerton Health dilakukan pada Selasa, 2 Juni 2026.  Aksi korporasi ini melibatkan dua anak usaha Telkom sebagai pihak penjual. TelkomMetra melepas 99,99% saham atau sebanyak 452.329 lembar. Sementara itu, PT Metra Digital Investama Ventura (MDI) menjual 0,01% saham atau sebanyak 1 lembar. Total saham yang dialihkan mencapai 452.330 lembar. Jumlah ini setara dengan 100% dari seluruh modal yang ditempatkan dan disetor penuh dalam AdMedika.

Langkah ini menjadi tonggak penting bagi TelkomMetra dalam menjalankan strategi optimalisasi portofolio investasi. Di sisi lain, AdMedika Group kini memasuki fase pertumbuhan baru di bawah kepemilikan Fullerton Health dengan peluang memperluas jangkauan bisnis hingga tingkat regional.

Presiden Direktur TelkomMetra, Pramasaleh Haryo Utomo, mengatakan proses transaksi tersebut telah berjalan cukup panjang sejak 2024.

“TelkomMetra sebagai anak usaha Telkom yang berperan sebagai investment arm Telkom merasa senang hari ini dapat menyelesaikan Sale and Purchase Agreement dengan Fullerton Health setelah proses yang berlangsung cukup lama sejak 2024,” ujar Pramasaleh dalam konferensi pers, Rabu (3/6/2026).

Menurut Pramasaleh, divestasi ini merupakan bagian dari strategi optimalisasi portofolio yang diamanatkan pemegang saham, termasuk Danantara Indonesia, agar TelkomGroup dapat lebih fokus pada bisnis inti.

“Divestasi ini merupakan bagian dari optimalisasi portofolio strategis untuk memperkuat fokus TelkomGroup pada bisnis konektivitas, digitalisasi, dan layanan teknologi informasi korporasi,” kata Pramasaleh.

Ia menegaskan TelkomMetra tetap berkomitmen menjalankan tata kelola perusahaan yang baik serta memastikan seluruh proses hukum, dokumentasi, dan kepatuhan regulasi berjalan sesuai ketentuan.

Langkah divestasi tersebut juga sejalan dengan program streamlining yang didorong Danantara Indonesia terhadap BUMN. Tujuannya membangun perusahaan yang lebih fokus, efisien, dan memiliki daya saing global yang lebih kuat.

Managing Director Business-2 PT Danantara Asset Management, Setyanto Hantoro, menilai transaksi ini mendukung agenda transformasi dan penataan portofolio BUMN.

“Langkah strategis ini sejalan dengan agenda transformasi dan penataan portofolio BUMN yang tengah didorong Danantara untuk membangun perusahaan yang lebih fokus, sehat, dan berdaya saing global,” ujar Setyanto.

Ia menambahkan kolaborasi dengan mitra global seperti Fullerton Health diyakini dapat memperkuat ekosistem digital Indonesia, khususnya sektor kesehatan, sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.

Senada dengan itu, Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, mengatakan penataan portofolio bisnis merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk membangun organisasi yang lebih lincah dan berorientasi pada penciptaan nilai.

“TelkomGroup terus menjalankan strategi penataan portofolio bisnis secara disiplin untuk membangun perusahaan yang lebih lincah, efisien, dan berorientasi pada penciptaan nilai,” kata Dian.

Menurut Dian, kemitraan strategis seperti ini bukan sekadar transaksi korporasi, melainkan bagian dari upaya membentuk struktur bisnis yang lebih optimal sehingga setiap entitas dapat berkembang lebih agresif dan memiliki ruang inovasi yang lebih luas.

Sementara itu, Group Chief Executive Officer dan Executive Director Fullerton Health, Hoo Kuen Loon, menegaskan Indonesia merupakan salah satu pasar utama perusahaan selain Singapura dan Filipina. Akuisisi AdMedika menjadi bukti komitmen jangka panjang Fullerton Health untuk memperkuat ekosistem layanan kesehatan nasional.

“Hari ini merupakan langkah penting dalam perjalanan Fullerton Health di Indonesia. Akuisisi ini menyatukan kekuatan yang saling melengkapi untuk membangun platform layanan kesehatan yang lebih terhubung dan terkoordinasi,” ujar Hoo.

Menurut Hoo, AdMedika telah memiliki platform yang kuat dengan jaringan luas yang mencakup penyedia layanan kesehatan, perusahaan asuransi, dan klien korporasi. Kombinasi kekuatan tersebut dengan pengalaman regional Fullerton Health di bidang managed care, layanan kesehatan, dan pengelolaan jaringan diyakini mampu menciptakan skala bisnis yang lebih besar.

Ia juga menekankan tidak akan ada perubahan terhadap merek maupun tim manajemen AdMedika.

“Merek AdMedika akan tetap dipertahankan. Tim manajemen yang ada saat ini juga tetap melanjutkan kepemimpinannya untuk memastikan kesinambungan operasional dan layanan,” kata Hoo.

Fullerton Health juga menjamin keamanan data pelanggan dan pasien tetap menjadi prioritas utama. Seluruh data kesehatan akan tetap dikelola di Indonesia sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Data pasien dan data kesehatan akan tetap berada di Indonesia dan dikelola sesuai regulasi yang berlaku,” ujar Hoo.

Di sisi lain, Chief Executive Officer AdMedika, Dian Prambini, menyebut perubahan kepemilikan ini sebagai tonggak penting dalam perjalanan perusahaan yang telah beroperasi lebih dari dua dekade.

“Hari ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan AdMedika karena kami secara resmi menjadi bagian dari Fullerton Health Group,” kata Dian.

Selama lebih dari 24 tahun, AdMedika berperan mendukung ekosistem kesehatan Indonesia melalui layanan administrasi kesehatan, pengelolaan jaringan provider, dan solusi kesehatan digital. Menurut Dian, kolaborasi dengan Fullerton Health akan memperkuat kapabilitas perusahaan untuk menghadapi kebutuhan layanan kesehatan yang terus berkembang.

“Kemitraan ini bukan sekadar perubahan kepemilikan. Ini adalah penggabungan kekuatan AdMedika dan Fullerton Health untuk menciptakan nilai yang lebih besar bagi pelanggan, mitra, penyedia layanan kesehatan, dan masyarakat,” ujar Dian.

Ia optimistis kolaborasi tersebut akan mempercepat inovasi, memperluas akses layanan kesehatan, dan meningkatkan kualitas layanan melalui solusi yang lebih terintegrasi dan berbasis teknologi.

Dengan rampungnya transaksi ini, TelkomGroup dapat lebih fokus menjalankan strategi bisnis inti di sektor telekomunikasi dan digital. Sementara itu, AdMedika memperoleh akses ke jaringan layanan kesehatan regional Fullerton Health yang tersebar di kawasan Asia Pasifik.

Bagi Fullerton Health, akuisisi ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat platform layanan kesehatan terintegrasi di Indonesia. Sedangkan bagi AdMedika, dukungan jaringan regional dan pengalaman internasional Fullerton Health diharapkan membuka peluang pertumbuhan baru di tengah meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan nasional.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Yuslinda Nasution Mundur dari Direktur Elang Mahkota (EMTK), Ini Alasannya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Manajemen PT Elang Mahkota Teknologi  Tbk (EMTK) mengumumkan,...

GOTO Buka Suara soal Keluar dari Indeks FTSE dan Reklasifikasi BEI

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO)...

Indah Kiat (INKP) Siap Lunasi Pokok Obligasi dan Sukuk Jatuh Tempo Rp2,358 Triliun

STOCKATCH.ID (JAKARTA) - Manajemen PT Indah Kiat Pulp & Paper...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru