spot_img

GOTO Buka Suara soal Keluar dari Indeks FTSE dan Reklasifikasi BEI

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) merespons pengumuman terbaru dari Bursa Efek Indonesia (BEI), FTSE Russell, dan MSCI terkait perubahan klasifikasi papan pencatatan saham serta perlakuan indeks terhadap perseroan.

Head of Investor Relations GoTo, Joel Ellis, menegaskan perkembangan tersebut hanya bersifat teknis dan administratif. Menurutnya, perubahan itu tidak mencerminkan kinerja bisnis maupun fundamental perusahaan.

“Perkembangan tersebut merupakan penyesuaian teknis-administratif yang didasarkan pada kriteria kuantitatif indeks terkait dan tidak mencerminkan kinerja bisnis Perseroan,” kata Joel dalam keterangan tertulis, Rabu (3/6/2026).

BEI mereklasifikasi saham GOTO dari Papan Ekonomi Baru ke Papan Pengembangan. Perubahan itu terjadi karena perseroan tidak memenuhi salah satu persyaratan, yakni pertumbuhan rata-rata tahunan atau compound annual growth rate (CAGR) pendapatan bersih selama tiga tahun minimal 20%.

Menurut Joel, kondisi tersebut merupakan dampak dari dekonsolidasi Tokopedia yang dilakukan pada awal 2024.

Ia menjelaskan, FTSE Global Equity Index Series saat ini belum mengakui emiten yang tercatat di Papan Pengembangan. Dengan mempertimbangkan kondisi perdagangan terkini di BEI, saham GOTO kemudian dikeluarkan dari indeks tersebut.

“Hal ini terjadi karena Perseroan tidak memenuhi salah satu kriteria yaitu ambang batas pertumbuhan rata-rata tahunan (CAGR) pendapatan bersih selama tiga tahun minimal 20%, sebagai akibat dari dekonsolidasi Tokopedia pada awal 2024,” ujar Joel.

Sementara itu, pengumuman dari MSCI berkaitan dengan kendala likuiditas perdagangan saham yang muncul akibat batas minimum harga saham yang dapat diperdagangkan di BEI.

Menurut manajemen, kondisi tersebut juga tidak mencerminkan fundamental bisnis perseroan.

Joel menegaskan tidak ada dampak dari perubahan tersebut terhadap operasional maupun strategi perusahaan ke depan.

“Tidak ada satu pun dari perubahan tersebut yang berdampak pada aktivitas operasional, maupun strategi Perseroan,” katanya.

Secara operasional, GOTO mengklaim terus membukukan kinerja yang kuat. Pada kuartal I 2026, perseroan mencatat laba bersih kuartalan pertama dalam sejarah perusahaan sebesar Rp171 miliar.

Pencapaian tersebut ditopang oleh pertumbuhan pendapatan bersih sebesar 26% secara tahunan menjadi Rp5,3 triliun.

Selain itu, GOTO tetap mempertahankan target adjusted EBITDA grup sepanjang 2026 sebesar Rp3,2 triliun hingga Rp3,4 triliun. Angka tersebut setara dengan kenaikan sekitar 60% dibanding tahun sebelumnya.

“Fundamental bisnis GoTo kuat dan Perseroan tetap fokus pada pertumbuhan yang disiplin dan menguntungkan, serta menciptakan nilai bagi seluruh pelanggan dan pemegang saham,” tutur Joel.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Bos CSIS Serok 339.200 Saham Perusahaan Sendiri di Saat Harga Turun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Tjoea Aubintoro, Direktur PT Cahayasakti Investindo Sukses...

Moody’s Beri Rating Baa2 untuk Danantara Investment Management, Outlook Negatif

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Moody's Ratings memberikan rating issuer pertama...

Bank Ina Perdana (BINA) Siap Gelar Private Placement 80 Juta Saham

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Manajemen PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA)...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru