spot_img

Yuslinda Nasution Mundur dari Direktur Elang Mahkota (EMTK), Ini Alasannya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Manajemen PT Elang Mahkota Teknologi  Tbk (EMTK) mengumumkan, pengunduran diri Yuslinda Nasution  selaku Direktur perusahaan Media, Telekomunikasi, dan Solusi IT, dan Konektivitas tersebut.

Titi Maria Rusli, Corporate Secretary EMTK dalam pengumuman tertulis, Rabu 03 Juni 2026 menjelaskan, Perseroan telah menerima surat pengunduran diri Yuslinda Nasution dari jabatan Direktur Perseroan pada tanggal 29 Mei 2026.

Pengunduran diri Yuslinda Nasution karena yang bersangkutan telah memasuki purna bakti. Namun, Titi menegaskan bahwa pengunduran diri Direktur ini tidak dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan dan kelangsungan usaha Perseroan.

“Perseroan akan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham untuk memutuskan permohonan pengunduran diri tersebut paling lambat 90 hari sejak Tanggal Kejadian,” tulis Titi dalam keterangan tertulisnya.

Sebagai catatan, hingga kuartal I 2026, EMTK menderita rugi bersih sebesar Rp335,85 miliar. Di periode yang sama tahun 2025,  Perseroan mencetak laba Rp3,63 triliun. Kerugian tersebut antara lain disebabkan oleh rugi atas investasi bersih sebesar Rp1,135 triliun pada kuartal I 2026 dari sebelumnya laba investasi bersih Rp511,22 miliar. Meski merugi, pendapatan EMTK 47,62% jadi Rp5,81 triliun pada kuartal I 2026, dari Rp3,94 triliun pada periode sama tahun 2025.

PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) atau dikenal dengan Emtek Group didirikan pada tahun 1983. Pada awalnya perusahaan ini menyediakan jasa komputer pribadi, namun berkembang menjadi grup terintegrasi dengan tiga kegiatan usaha utama: Media, Telekomunikasi, dan Solusi IT , dan Konektivitas.

Unit media ini terdiri dari tiga saluran TV: SCTV, Indosiar, dan O Channel yang berbasis di Jakarta. Divisi solusi memberikan solusi bagi industri telekomunikasi, perbankan, dan pembayaran ritel. Divisi konektivitas mempunyai beberapa proyek yang sedang dikembangkan, termasuk layanan TV berbayar digital nirkabel dan layanan internet broadband nirkabel. (konrad)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Bos CSIS Serok 339.200 Saham Perusahaan Sendiri di Saat Harga Turun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Tjoea Aubintoro, Direktur PT Cahayasakti Investindo Sukses...

Moody’s Beri Rating Baa2 untuk Danantara Investment Management, Outlook Negatif

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Moody's Ratings memberikan rating issuer pertama...

Bank Ina Perdana (BINA) Siap Gelar Private Placement 80 Juta Saham

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Manajemen PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA)...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru