STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia melemah pada perdagangan Kamis (18/6/2026) waktu setempat atau Jumat pagi (19/6/2026) WIB. Logam mulia ini berada di jalur penurunan mingguan ketiga berturut-turut. Penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan sinyal hawkish dari Bank Sentral AS atau The Fed menekan harga emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Mengutip CNBC, harga emas spot turun 0,6% ke posisi USD 4.184,33 per ons troi. Selama pekan ini, kontrak emas spot sudah terkoreksi 0,9%. Di pasar berjangka AS, kontrak emas untuk pengiriman Agustus jatuh 1% menjadi USD 4.202,10 per ons troi.
Indeks dolar AS terpantau bertahan di sekitar level tertinggi dalam satu tahun. Kondisi ini membuat emas yang dihargai dalam greenback menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya. Aktivitas pasar di Tiongkok daratan dan Hong Kong terpantau sepi karena libur Festival Perahu Naga.
Tim Waterer, Chief Market Analyst di KCM Trade, memberikan analisanya. Ia menyebut reli harga emas sempat terjadi berkat kesepakatan damai AS-Iran namun tidak bertahan lama.
“Kebangkitan dolar AS yang didorong oleh nada hawkish baru The Fed di bawah Kevin Warsh telah mencuri perhatian,” ujar Tim Waterer.
Sentimen pasar sangat dipengaruhi oleh sikap tegas Ketua baru The Fed, Kevin Warsh. Kebijakan moneter saat ini kembali menjadi faktor penentu utama pergerakan harga di pasar.
“Sikap tegas Ketua baru telah menetralkan dorongan geopolitik secara efektif. Ini mengingatkan semua orang kebijakan moneter masih memegang kendali,” tambah Waterer.
Data menunjukkan 9 dari 19 pembuat kebijakan bank sentral AS kini yakin perlu menaikkan suku bunga tahun ini. Proyeksi ini muncul setelah The Fed mengumumkan keputusan untuk mempertahankan suku bunga tetap dalam pertemuan perdana Warsh sebagai ketua.
Tekanan inflasi yang berasal dari perang Iran mendorong banyak bank sentral menaikkan biaya pinjaman. Para pedagang kini melihat peluang 87% untuk kenaikan suku bunga AS pada Desember mendatang. Angka ini melonjak tajam dari posisi 61% sebelum keputusan The Fed diumumkan.
Kenaikan suku bunga cenderung mengurangi daya tarik emas bagi investor. Logam mulia biasanya kehilangan pesonanya saat suku bunga tinggi karena emas merupakan aset yang tidak memberikan bunga atau imbal hasil.
Goldman Sachs turut merevisi proyeksi harga emas dunia. Bank investasi ini memperkirakan harga emas naik menjadi USD 4.900 per ons troi pada Desember. Angka ini lebih rendah dari perkiraan sebelumnya di posisi USD 5.400 karena The Fed tidak lagi diharapkan memangkas suku bunga tahun ini.
Dari sisi geopolitik, situasi mulai menunjukkan tanda-tanda pendinginan. Kapal tanker minyak sudah mulai berlayar melewati Selat Hormuz. Pemerintah AS menyatakan telah mencabut blokade terhadap Iran pada Kamis.
Tren penurunan harga juga merembet ke logam mulia lainnya. Harga perak spot jatuh 1,5% ke posisi USD 64,83 per ons troi. Harga platinum spot merosot 1,3% ke level USD 1.674,47 per ons troi. Sementara itu, harga paladium turun 0,8% menjadi USD 1.268,65 per ons troi.

