spot_img

Bahas Selat Hormuz di Swiss, AS Tawarkan Dana Rekonstruksi Iran Rp5.340 Triliun

STOCKWATCH.ID (LUCERNE) – Delegasi Amerika Serikat (AS) dan Iran melanjutkan perundingan damai di Swiss sepanjang malam. Pertemuan ini bertujuan menyusun kesepakatan final untuk mengakhiri konflik panjang antar kedua negara.

Mengutip BBC, perundingan berlangsung di kota Lucerne mulai Minggu (21/6/2026) waktu setempat. Langkah ini dilakukan setelah pekan lalu kedua pihak sepakat menuntaskan kesepakatan dalam waktu 60 hari.

Diplomat senior AS menyebut diskusi saat ini fokus memperjelas pesan dari Iran. Poin utama pembahasan meliputi pembukaan kembali Selat Hormuz, pelaksanaan gencatan senjata di Lebanon selatan, dan poin-poin kesepakatan nuklir.

Selat Hormuz menjadi perhatian utama pasar global. Jalur pelayaran ini dilewati oleh 20% pasokan minyak dan gas alam dunia. Penutupan jalur ini sempat memicu lonjakan harga bahan bakar dan mengganggu ekonomi global.

Wakil Presiden AS JD Vance memimpin delegasi Amerika dalam pertemuan tersebut. Vance datang bersama Jared Kushner dan utusan khusus Steve Witkoff. Sementara itu, delegasi Iran dipimpin oleh Mohammad Bagher Ghalibaf didampingi Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi.

Vance menyampaikan pesan dari Donald Trump agar para negosiator membuka lembaran baru. AS menawarkan transformasi hubungan jika Iran mau mengubah kebijakan regional mereka.

“Jika kepemimpinan Iran bersedia melepaskan peran sebagai penggerak ketidakstabilan regional dan ambisi senjata nuklirnya untuk jangka panjang, maka AS bersedia untuk mengubah hubungan kita dengan negara tersebut secara fundamental,” ujar Vance.

Di sisi lain, Ghalibaf memberikan respons tegas terkait ancaman serangan militer dari pihak AS. Trump sebelumnya sempat mengancam akan memukul Iran jika tidak menghentikan aksi kelompok pendukungnya di Lebanon.

“Tidakkah mereka berpikir jika ancaman mereka berpengaruh, mereka tidak akan berada dalam situasi putus asa seperti sekarang? Tidak peduli seberapa banyak mereka bicara, kamilah yang mengambil tindakan,” tegas Ghalibaf.

Situasi di lapangan masih cukup tegang. Iran sempat menyatakan telah menutup Selat Hormuz pada Sabtu. Namun, data pelacakan kapal MarineTraffic menunjukkan sejumlah kapal tetap melintas.

Hingga Minggu sore, empat kapal tanker terpantau melewati selat tersebut. Empat kapal kargo lainnya terlihat mulai bergerak ke arah timur setelah sempat berhenti sejak akhir pekan lalu.

Dalam kesepakatan awal, terdapat rencana rekonstruksi Iran senilai USD 300 miliar atau setara dengan Rp5.340 triliun dengan asumsi kurs Rp17.800 per Dolar AS. Negeri Paman Sam tersebut juga setuju untuk menghapus segala jenis sanksi ekonomi dan mencabut blokade militer di pelabuhan-pelabuhan Iran.

Meskipun pembicaraan damai berjalan, konflik di Lebanon masih terjadi. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan militer Israel akan tetap berada di Lebanon selatan selama dibutuhkan.

Pemimpin Hizbullah Naim Qassem menolak keberadaan militer tersebut. Qassem menegaskan kelompoknya akan terus membela diri dari serangan Israel.

Perundingan di Swiss ini juga dihadiri oleh Perdana Menteri dan Panglima Angkatan Darat Pakistan. Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdul Rahman Al Thani juga hadir sebagai mediator.

“Saya menyambut baik kelanjutan pembicaraan AS-Iran ini,” kata Al Thani pada Minggu malam.

Data kementerian kesehatan setempat menunjukkan 4.057 orang tewas di Lebanon sejak 2 Maret. Sementara itu, 34 tentara Israel gugur dalam pertempuran di wilayah Lebanon. Para negosiator berharap kesepakatan final ini dapat segera menghentikan jatuhnya korban jiwa di semua lini.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Trump Ancam Serang Iran Lebih Keras, Selat Hormuz Resmi Ditutup Lagi!

STOCKWATCH.ID (SWISS) – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump...

Ancaman Trump dan Lonjakan Harga Minyak Tekan Kontrak Berjangka Saham AS

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Kontrak berjangka (futures) indeks saham...

Pasar Khawatir Konflik Berlanjut, Bursa Saham Eropa Berakhir di Zona Merah

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup melemah pada...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru