spot_img

Gelar IPO, Nitrasanata Dharma (JECX) Pasang Harga Rp1.200-Rp1400 per Saham

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX), calon emiten bidang aktivitas rumah sakit swasta dan aktivitas klinik swasta berencana melakukan Penawaran Umum Perdana (PUP) atau Initial Public Offering (IPO) sebanyak 487,983 juta saham pada 01-03 Juli 2026.

Penawaran awal (book building) JECX dilaksanakan pada 22-24 Juni 2026. Otoritas jasa Keuangan (OJK) akan menerbitkan pernyataan efektif untuk IPO JECX pada 29 Juni 2026. Penjatahan saham JECX dan distribusi saham secara elektronik dilakukan masing-masing pada 03 dan 06 Juli 2026.  Saham JECX akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 07 Juli 2026.

Manajemen JECX, dalam prospektus rencana PUP saham, Senin (22/6/2026), menyebutkan, jumlah saham yang ditawarkan kepada investor mencapai 15% dari modal ditempatkan dan disetor JECX setelah IPO dengan nilai nominal Rp16 per saham.

Manajemen JECX menjelaskan, saham IPO sebanyak 487,983 juta saham itu terdiri dari 325,322 juta saham baru. Ini mewakili 10% dari modal ditempatkan dan disetor JECX setelah IPO, dan sebanyak 162,661 juta saham milik Waldensius Girsang (pemegang saham penjual) atau saham divestasi. Ini mewakili 5% dari modal ditempatkan dan disetor JECX setelah IPO sehingga seluruhnya sebanyak 15% dari modal ditempatkan dan disetor JECX setelah IPO dengan nominal Rp16 per saham.

Menurut manajemen JECX, harga perdana saham JECX ditawarkan di rentang harga Rp1.200 hingga Rp1.400. Dari aksi korporasi ini, JECX akan mendapat tambahan modal maksimal sekitar Rp683,176 miliar. Angka ini terdiri dari Rp455,451 miliar berasal dari penawaran umum atas saham baru, dan sebesar Rp227,725 miliar berasal saham penawaran umum atas saham divestasi.

Bersamaan dengan IPO ini, Perseroan mengadakan Program Alokasi Saham Pegawai (Employee Stock Allocation atau ESA), dengan jumlah besar 2,29%% dari saham yang ditawarkan dalam IPO atau sebanyak 11,165 juta saham.

Seluruh dana yang diperoleh dari hasil IPO ini, setelah dikurangi dengan biaya emisi akan digunakan oleh JECX untuk empat keperluan. Pertama, sebesar Rp40 miliar untuk pembayaran lebih awal kepada PT Bank Central Asia Tbk (BCA) atas sebagian pokok pinjaman Perseroan. Kedua, sebesar Rp100 miliar akan digunakan oleh Perseroan untuk pembayaran lebih awal kepada PT Bank HSBC Indonesia (HSBC) atas sebagian pokok pinjaman Perseroan. Ketiga, sekitar Rp185 miliar akan disalurkan kepada anak usaha Perusahaan. Keempat, sisanya akan digunakan untuk modal kerja Perseroan.

Menurut manajemen JECX, sepanjang tahun 2025, pendapatan Perseroan naik 4,4% dari Rp887,72 miliar pada 2024 menjadi Rp926,76 miliar. Dari pendapatan sebesar itu, Perseroan mencetak laba tahun berjalan sebesar Rp72,50 miliar pada 2025, naik 16,06% dari Rp62,47 miliar pada 2024.

Dari sisi neraca, aset Perseroan naik 2,11% dari Rp1,42 triliun per 31 Desember 2024 menjadi Rp1,45 triliun per 31 Desember 2025. Total liabilitas JECX naik 4,78% dari Rp611,14 miliar menjadi Rp640,33 miliar per 31 Desember 2025. Sedangkan tota ekuitas JECX turun tipis 0,09% dari Rp811,73 miliar per 31 Desember 2024 menjadi Rp810,99 miliar per 31 Desember 2025.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Simak Jadwal Pembayaran Dividen ESSA Rp52 per Saham

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) -  PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) siap...

RUPS Ancara Logistics (ALII) Putuskan Dividen Rp13 per Saham dan Sampaikan Penggunaan Dana IPO

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST)  PT...

Didukung 93,3% Suara, BUMI Resmi Ubah Anggaran Dasar Sesuai KBLI 2025

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menggelar...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru