spot_img

Bach Multi Global (BACH) Gelar IPO, Janjikan Dividen Jumbo 50%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bach Multi Global Tbk (BACH) berencana melakukan penawaran umum perdana saham (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). BACH menjanjikan kebijakan dividen yang sangat menarik bagi calon investor.

Perseroan berniat membagikan dividen kas mulai tahun 2027. Jumlahnya mencapai 50% dari laba bersih tahun buku 2026. “Perseroan berniat untuk melakukan pembayaran dividen kas (Rupiah) sebanyak-banyaknya 50% untuk masa yang akan datang, mulai tahun 2027 berdasarkan dari laba bersih tahun 2026,” tulis manajemen BACH dalam prospektus awalnya, Senin (22/6/2026).

Dalam aksi korporasi ini, BACH menawarkan 615 juta saham baru. Jumlah ini setara dengan 15,06% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Harga penawaran dipasang pada kisaran Rp400 sampai Rp500 per saham.

BACH mengincar dana Rp246 miliar hingga Rp307,5 miliar. Proses penawaran awal atau bookbuilding berlangsung pada 22-24 Juni 2026. Dana hasil IPO akan digunakan untuk dua kebutuhan utama. Pertama, sekitar Rp91,02 miliar untuk membayar utang kepada PT Bank Permata Tbk. Utang ini merupakan fasilitas pinjaman jangka panjang Omnibus Revolving Loan.

Kedua, sisa dana sekitar Rp213,48 miliar akan digunakan sebagai modal kerja. Dana ini untuk membeli genset dari pemasok luar negeri. Genset tersebut nantinya akan dijual maupun disewakan kepada pelanggan.

Kinerja keuangan BACH menunjukkan tren yang kuat. Pada 2025, pendapatan neto perseroan mencapai Rp1,73 triliun. Angka ini naik signifikan dari Rp1,24 triliun pada 2024. Laba tahun berjalan juga melonjak menjadi Rp155,55 miliar pada 2025.

Budi Kurniawan, Direktur Utama BACH, memimpin perusahaan yang bergerak di bidang penjualan dan penyewaan genset ini. Perseroan juga melayani jasa konstruksi dan pemeliharaan infrastruktur telekomunikasi. Saat ini, BMG mengelola sekitar 41.000 site telekomunikasi di seluruh Indonesia.

Setelah IPO, struktur pengendalian perusahaan akan berubah. PT Global Telekomunikasi Prima (GTP) akan mengeksekusi hak opsi saham. GTP akan memiliki 51% saham BMG setelah seluruh proses selesai. Martin Basuki Hartono dan Victor Rachmat Hartono merupakan individu yang mengendalikan perseroan melalui GTP.

BACH menunjuk PT Erdikha Elit Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Masa penawaran umum perdana saham dijadwalkan pada 1-3 Juli 2026. Saham BACH rencananya akan tercatat di BEI pada 7 Juli 2026.

Perseroan optimistis terhadap prospek usaha ke depan. Hal ini didorong oleh meningkatnya kebutuhan pasokan listrik yang andal. Selain itu, pertumbuhan ekonomi digital meningkatkan kebutuhan akan infrastruktur telekomunikasi dengan tingkat keandalan tinggi.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Simak Jadwal Pembayaran Dividen ESSA Rp52 per Saham

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) -  PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) siap...

RUPS Ancara Logistics (ALII) Putuskan Dividen Rp13 per Saham dan Sampaikan Penggunaan Dana IPO

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST)  PT...

Didukung 93,3% Suara, BUMI Resmi Ubah Anggaran Dasar Sesuai KBLI 2025

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menggelar...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru