STOCKWATCH.ID (JAKARTA)– Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Ancara Logistics Indonesia Tbk (ALII) yang dilaksanakan, Kamis 18 Juni 2026 telah memutuskan untuk membagikan dividen untuk tahun buku 2025 sebesar Rp205,735 miliar atau Rp13 per saham dan penyampaian atas laporan penggunaan dana IPO Perseroan.
Berdasarkan laporan hasil RUPST yang disampaikan Direksi ALII ke Bursa Efek Indonesia, Senin 22 juni 2026, selain dividen, pemegang saham Perseroan juga menyetujui sisa laba 2025 sebesar Rp168,550 miliar untuk dibukukan sebagai laba ditahan Perseroan.
Dalam RUPS tersebut, pemegang saham menyetujui Laporan Tahunan Perseroan mengenai keadaan dan jalannya Perseroan selama Tahun Buku 2025 termasuk Laporan Pelaksanaan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris Tahun Buku 2025.
RUPS juga menunjuk Akuntan Publik Ibu Hilda Ong dan Kantor Akuntan Publik Y. Santosa & Rekan untuk melakukan audit atas Laporan Keuangan Tahunan Perseroan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2026 dan menetapkan biaya jasa audit Laporan Keuangan Perseroan dan Entitas Anak Perseroan untuk Tahun Buku 2026 sebesar Rp291.747.500,- (dua ratus sembilan puluh satu juta tujuh ratus empat puluh tujuh ribu lima ratus Rupiah) beserta ruang lingkup penugasannya sesuai dengan engagement letter dari Kantor Akuntan Publik Y. Santosa & Rekan No. P005/VI/ALII/26/H tertanggal 5 Juni 2026.
Menyetujui pemberian wewenang kepada Dewan Komisaris untuk menetapkan persyaratan lain yang dianggap perlu dan patut untuk kepentingan terbaik Perseroan, berdasarkan diskresi dari Dewan Komisaris Perseroan, terkait dengan penunjukan Kantor Akuntan Publik tersebut;
Pemegang saham menyetujui Perseroan untuk menjaminkan atau membebani dengan hak jaminan sebagian atau seluruh aset/harta kekayaan Perseroan yang dimiliki baik langsung maupun tidak langsung kepada para kreditur Perseroan dan/atau kreditur entitas anak/perusahaan terkendali Perseroan dan/atau pihak manapun, termasuk namun tidak terbatas pada (i) menggadaikan sebagian atau seluruh saham-saham dan/atau efek-efek lain yang dimiliki dan dipegang baik langsung maupun tidak langsung oleh Perseroan dan/atau entitas anak/perusahaan terkendalinya; (ii) jaminan fidusia atas mesin, peralatan, tagihan, rekening bank, klaim asuransi, persediaan, pendapatan, rekening penampungan Perseroan dan/atau entitas anak/perusahaan terkendalinya; (iii) hak tanggungan atas tanah dan/atau bangunan Perseroan dan/atau entitas anak/perusahaan terkendalinya; (iv) hipotek atas aset Perseroan dan/atau entitas anak/perusahaan terkendalinya; dan/atau (v) jaminan perusahaan dan pembebanan jaminan lain apapun atas barang bergerak dan/atau barang tetap Perseroan
Menyetujui realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham Perseroan sampai dengan tanggal terkini yaitu 15 Juni 2026 digunakan untuk: 1. Pinjaman kepada entitas anak yaitu PT Ancara Coal Terminal yang dahulu bernama PT Mahakam Coal Terminal (“ACT”) dalam hal pembayaran sebagian atau pelunasan pokok utang ACT kepada OCP Asia Fund IV Pte. Ltd. dan OCP Asia Fund V Pte. Ltd. sebesar Rp635,370 miliar.
Belanja modal untuk kegiatan usaha utama Perseroan sebesar Rp181,445 miliar atau 99,88% dari jumlah Rencana Penggunaan Dana. 3. Modal kerja untuk menunjang kegiatan operasional sebesar Rp30,082 miliar atau 100% dari jumlah Rencana Penggunaan Dana.
Dengan memperhatikan realisasi penggunaan dana tersebut, maka total penggunaan dana IPO Perseroan menjadi sebesar Rp846,898 miliar atau 99,97% dari total jumlah Rencana Penggunaan Dana Penawaran Umum Perdana Perseroan. Dengan demikian, sisa dana hasil penawaran umum perdana Perseroan menjadi sebesar Rp215,06 miliar.

