spot_img

Indofarma (INAF) Pangkas Nilai Kerugian 69,81% pada kuartal I 2026, Ini Faktor Kuncinya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)– Kinerja keuangan PT Indofarma Tbk(INAF) berangsur membaik sekalipun masih mencatat kerugian pada kuartal I 2026. Manajemen Perseroan berhasil mendongkrak penjualan emiten farmasi tersebut selama Januari-Maret 2026. Berkat penjualan yang tumbuh, Perseroan pun berhasil memangkas nilai kerugian bersih yang signifikan sebesar 69,81% menjadi Rp7, 58 miliar pada kuartal I 2026, dari rugi Rp25,10 miliar pada kuartal I 2025.

Seperti tergambar dalam laporan keuangan Maret 2026, berkurangnya kerugian INAF di kuartal I 2026 memang tidak lepas dari keberhasilan manajemen Perseroan melakukan berbagai langkah efisiensi operasional, optimalisasi biaya, dan peningkatan penjualan ekspor pada periode ini.

Selain itu, susutnya kerugian Perseroan juga ditopang oleh teroosan Manajemen dalam menurunkan beban dan efisiensi. Perseroan berhasil menerapkan efisiensi biaya secara signifikan, sehingga  rugi usaha INAF pun turun sgnifikan, dari Rp25,43 miliar pada kuartal I 2025, menjadi hanya sebesar Rp3,17 miliar pada periode yang sama tahun 2026.

INAF mencatat penjualan bersih sebesar Rp53,32 miliar pada kuartal I 2026, tumbuh 45,05% dari Rp36,,76 miliar pada periode sama 2025. Kontributor terbesar penjualan INAF pada Januari-Maret 2026 adalah pasar local yakni Rp42,02 atau sekitar 78,79% dari total penjualan. Sedangkan ekspor menyumbang penjualan  sekitar Rp11,31 miliar pada kuartal I 2026.

Seiring penjualan, bebak pokok penjualan  juga meningkat 14,66%, dari Rp42,36 miliar di kuartal I 2025, menjadi Rp48, 57 miliar pada kuarta I 2026. Namun, Perseroan mencatat laba kotor Rp4,75 miliar pada kuartal I 2026, dari periode sebelumnya masih rugi kotor Rp5,61 miliar.

Pada saat yang sama, Perseroan juga berhasil menakan turun beban penjualan serta beban umum dan administrasi, masing-masing sebesar 90,89% jadi Rp353 juta dari Rp3,88 miliar dan 48,44% jadi Rp6,55 milar, dari Rp12,71 miliar. Sehingga rugi usaha INAF berkurang signifikan, dari Rp25,43 miliar di kuartal I 2025, menjadi hanya Rp3,17 miliar pada kuartal I 2026.

Dari sisi neraca keuangan, INAF mencatat total asset sebesar Rp489,66 miliar per Maret 2026, turun  8,64% dar Rp535,98 miliar per Desember 2025. Jumlah liabilitas Perseroan turun 3,12% menjadi Rp1,20 triliun per Maret 2026, dari Rp1,24 triliun per Desember 2025. Adapun jumlah defisiensi modal atau ekuitas negatif INAF mencapai Rp714,52 milar per Maret 2026.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Laba Bersih Bakrie & Brothers (BNBR) Melesat 49,6% Jadi Rp502,74 Miliar pada 2025

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR)...

Agung Semesta (TARA) Bidik Penjualan Rp32 Miliar pada 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Manajemen PT Agung Semesta Sejahtera Tbk...

Laba Bersih BEI Cetak Rekor Rp1,07 Triliun pada 2025, Ini Faktor Pendorongnya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) membukukan...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru