STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Kontrak berjangka (futures) saham Amerika Serikat (AS) bergerak sedikit berubah pada Senin malam (29/6/2026) atau Selasa pagi (30/6/2026) WIB. Pergerakan ini terjadi usai indeks Dow Jones Industrial Average mencetak rekor penutupan tertinggi baru.
Mengutip CNBC, kontrak berjangka Dow turun 43 poin atau kurang dari 0,1%. Kontrak berjangka S&P 500 dan Nasdaq 100 juga merosot tipis kurang dari 0,1%.
Saham AeroVironment melonjak 19% dalam sesi perdagangan setelah jam kerja pada Senin. Perusahaan pertahanan ini melaporkan laba kuartal keempat yang disesuaikan sebesar 1,84 USD per saham. Angka ini melampaui perkiraan analis sebesar 1,46 USD per saham menurut data LSEG.
Pendapatan AeroVironment mencapai 642 juta USD. Hasil tersebut lebih tinggi dari target analis sebesar 559 juta USD.
Pada perdagangan reguler Senin, bursa saham AS melaju kencang. Indeks S&P 500 naik 1,18%, sedangkan Nasdaq Composite menguat 2,07%.
Indeks Dow melonjak 306,63 poin atau 0,59% dan berakhir di posisi rekor terbaru. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Dow ditutup di atas level 52.000.
Kenaikan saham Alphabet sebesar hampir 5% menjadi pendorong utama. Hari itu merupakan sesi perdagangan pertama Alphabet sebagai anggota baru indeks Dow Jones.
Sentimen pasar terangkat oleh penghentian permusuhan antara AS dan Iran pada Minggu lalu. Kedua negara sepakat menghentikan serangan dan mengizinkan kapal komersial melewati Selat Hormuz.
Seorang pejabat AS mengatakan kepada CNBC pada Minggu, “Kedua belah pihak akan mundur untuk saat ini dan kapal-kapal dapat bergerak bebas.”
Julian Emanuel, Senior Managing Director di Evercore ISI, memberikan analisanya. Ia menilai situasi pasar saat ini cukup menarik menjelang musim laporan laba perusahaan.
“Dari sudut pandang kami, sentimen tidak terlalu positif, dan secara berlawanan, itu adalah pengaturan yang baik menjelang laporan laba,” kata Julian.
Ia menambahkan penguatan kemungkinan akan meluas ke saham teknologi berkapitalisasi besar. “Kami pikir Magnificent Seven mungkin berada dalam posisi yang sangat menguntungkan di sini. Mereka sempat dianggap tidak berpeluang lagi,” tambah Julian.
Para investor kini menanti sejumlah data ekonomi penting pada Selasa pagi waktu setempat. Data yang ditunggu meliputi pembukaan lapangan kerja JOLTS bulan Mei. Selain itu, pasar akan memantau data Chicago PMI bulan Juni serta indeks kepercayaan konsumen terbaru

