spot_img

OJK Terbitkan Pernyataan Efektif,  Nitrasanata Dharma (JECX) Resmi IPO di Harga Rp1.250 per Saham

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menerbitkan pernyataan efektif untuk Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX) pada 29 Juni 2026. Persetujuan tersebut menjadi langkah resmi bagi JECX untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan harga penawaran Rp1.250 per lembar saham.

Perseroan melakukan initial public offering (IPO) kepada investor pada 01-03 Juli 2026. Saham JECX akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 07 Juli 2026. Dalam IPO ini, JECX didampingi oleh PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk.

Adapun total saham IPO sebanyak 487,983 juta saham biasa. Ini terdiri dari 325,322 juta saham baru yang mewakili 10% dari modal ditempatkan dan disetor Perseroan setelah IPO, dan 162,661 juta saham milik Waldensius Girsang (pemegang saham penjual) atau saham divestasi yang mewakili 5% dari modal ditempatkan dan disetor JECX setelah IPO sehingga seluruhnya sebanyak 15% dari modal ditempatkan dan disetor JECX setelah IPO dengan nominal Rp16 per saham.

Dari aksi korporasi ini, JECX akan mendapat tambahan modal maksimal sekitar Rp609,979 miliar. Angka ini terdiri dari Rp406,652 miliar berasal dari penawaran umum atas saham baru, dan sebesar Rp203,326 miliar berasal saham penawaran umum atas saham divestasi.

Bersamaan dengan IPO ini, Perseroan mengadakan Program Alokasi Saham Pegawai (Employee Stock Allocation atau ESA), dengan jumlah besar 2,27% dari saham yang ditawarkan dalam IPO atau sebanyak 11,096 juta saham.

Seluruh dana yang diperoleh dari hasil IPO ini, setelah dikurangi dengan biaya emisi akan digunakan oleh JECX untuk empat keperluan. Pertama, sebesar Rp40 miliar untuk pembayaran lebih awal kepada PT Bank Central Asia Tbk (BCA) atas sebagian pokok pinjaman Perseroan.

Kedua, sebesar Rp100 miliar dana hasil IPO akan digunakan oleh Perseroan untuk pembayaran lebih awal kepada PT Bank HSBC Indonesia (HSBC) atas sebagian pokok pinjaman Perseroan. Ketiga, sekitar Rp185 miliar akan disalurkan kepada anak usaha Perusahaan. Keempat, sisanya akan digunakan untuk modal kerja Perseroan.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Gara-Gara Terlambat Setor Lapkeu Tahun 2025, BEI Suspensi Tiga Saham Emiten Ini

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- Bursa Efek Indonesia menghentikan sementara (suspensi) perdagangan...

Daftar 59 Saham Terancam Delisting dari BEI, Termasuk Emiten BUMN Karya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) mengingatkan investor...

Harita Nickel (NCKL) Perkuat Integrasi di Tengah Dinamika Industri Nikel Global

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL)...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru