spot_img

Baru Saja IPO, BEI Pantau Ketat Pergerakan Saham JELI! Ada Apa?

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) menetapkan status Unusual Market Activity (UMA) terhadap saham PT Niramas Utama Tbk (JELI) setelah terjadi penurunan harga saham yang dinilai di luar kebiasaan.

Pengumuman tersebut disampaikan Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan BEI, Pande Made Kusuma Ari A., dalam keterbukaan informasi yang dikutip Rabu (22/7/2026).

Dengan penetapan tersebut, jumlah saham yang mendapat status UMA pada pengumuman kali ini tercatat satu emiten, yakni saham JELI.

Pande menegaskan, pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap ketentuan di pasar modal.

“Pengumuman Unusual Market Activity (UMA) tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal,” tulis Pande dalam keterbukaan informasi.

BEI menyampaikan saat ini tengah mencermati perkembangan pola transaksi saham JELI. Karena itu, investor diminta untuk memperhatikan jawaban perseroan atas permintaan konfirmasi dari Bursa, mencermati kinerja dan keterbukaan informasi emiten, serta mengkaji kembali rencana aksi korporasi yang belum memperoleh persetujuan rapat umum pemegang saham (RUPS).

Selain itu, investor juga diminta mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum mengambil keputusan investasi.

Sebagai informasi, saham JELI resmi  dicatatkan dan mulai diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (07/7/2026). Adapun harga penawaran perdana saham JELI tercatat Rp900 per lembar.

JELI diketahui mencatatkan sebanyak 1,266 miliar saham bernominal Rp100 setiap unit. Jumlah ini terdiri atas 1 (satu) miliar unit saham pendiri dan sebanyak 266 juta saham IPO. Saham JELI dicatatkan di Papan Pengembangan BEI.

Sebagai informasi, dana hasil IPO akan digunakan untuk empat kebutuhan utama.  Sekitar 56,70% dialokasikan sebagai penyertaan modal kepada PT NPS untuk belanja modal guna meningkatkan kapasitas produksi gummy candy dan produk jelly.

Selain itu, sekitar 10,04% digunakan untuk pembelian mesin dan peralatan produksi, termasuk peningkatan kapasitas gudang serta efisiensi logistik. Sebanyak 10,90% dipakai untuk membayar sebagian utang jangka pendek, sedangkan 22,36% sisanya menjadi modal kerja untuk mendukung operasional dan pertumbuhan usaha.

Harga Saham

Pada perdagangan Selasa (21/7/2026), saham JELI ditutup merosot tajam. Data RTI Business mencatat saham JELI tumbang Rp70 atau melemah 8.92% ke level Rp715 per lembar. Aktivitas perdagangan terpantau sangat ramai dengan intensitas jual yang tinggi.

Nilai transaksi saham JELI pada hari tersebut mencapai Rp66.65 miliar. Volume saham yang berpindah tangan sebanyak 90.66 juta lembar dengan frekuensi perdagangan 26.442 kali.

Tren negatif ini sudah berlangsung selama beberapa hari terakhir. Dalam kurun waktu lima hari perdagangan, harga saham JELI sudah terkoreksi hingga 30.92%.

Selama sepekan terakhir, harga saham emiten ini bergerak pada rentang Rp690 hingga Rp1.070 per lembar. Penurunan tajam ini membuat performa saham JELI terus berada di zona merah.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Direktur Aman Agrindo Borong 15,71 Juta Saham GULA, Kepemilikan Naik Jadi 4,23%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Direktur PT Aman Agrindo Tbk (GULA),...

Free Float SMBR Tetap 16,6%, Semen Indonesia Kuasai 75,51% Saham

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)-PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) menyampaikan koreksi...

Perkasa Makmur Amara Jual 19,5 Juta Saham MTSM untuk Penuhi Free Float

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Direktur PT Metro Realty Tbk (MTSM),...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru