spot_img

Obligasi TAFS Senilai Rp200 Miliar Resmi Delisting dari BEI Hari Ini

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan penghapusan pencatatan (delisting) Obligasi Berkelanjutan V Toyota Astra Financial Services Tahap I Tahun 2025 Seri A. Efek milik PT Toyota Astra Financial Service (TAFS) ini resmi keluar dari bursa mulai 20 Juli 2026.

Obligasi dengan kode TAFS05ACN1 tersebut memiliki nilai pokok Rp200 miliar. Masa berlaku surat utang ini berakhir karena mencapai tanggal jatuh tempo pada 18 Juli 2026.

PH Kepala Divisi PP1 BEI, Aditya Nugraha menjelaskan mulai tanggal 20 Juli 2026 efek tidak tercatat dan tidak dapat diperdagangkan lagi melalui Bursa Efek Indonesia.

Pande Made Kusuma Ari A, Kadiv Pengaturan & Operasional Perdagangan BEI menyebutkan informasi ini tertuang dalam pengumuman No. Peng-JTO-00074/BEI.PP1/07-2026. “Mulai tanggal 20 Juli 2026 maka efek tersebut tidak tercatat dan tidak dapat diperdagangkan lagi,” tulis Pande dalam pengumuman bursa.

Berdasarkan data prospektus, obligasi Seri A ini diterbitkan pada 08 Juli 2025.  Perusahaan menetapkan tingkat bunga tetap sebesar 6.15% per tahun.  Jangka waktu obligasi ini adalah 370 hari kalender sejak tanggal emisi.

Pembayaran bunga obligasi dilakukan setiap triwulan. Sementara itu, pembayaran pokok obligasi dilakukan secara penuh (bullet payment) pada saat tanggal jatuh tempo.

Penerbitan instrumen ini merupakan bagian dari Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan V Toyota Astra Financial Services. Perusahaan menargetkan total penghimpunan dana mencapai Rp5 triliun.

Pada Tahap I Tahun 2025, TAFS menerbitkan total obligasi Rp365.210.000.000. Jumlah tersebut terdiri atas dua seri, yakni Seri A sebesar Rp200 miliar dan Seri B senilai Rp165.210.000.000.

Obligasi TAFS mengantongi peringkat AAA(idn) (Triple A) dari PT Fitch Ratings Indonesia. Dalam aksi korporasi ini, perusahaan menunjuk PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebagai Wali Amanat.

Adapun penjamin pelaksana emisi obligasi ini melibatkan empat perusahaan sekuritas. Mereka adalah PT BRI Danareksa Sekuritas, PT Indo Premier Sekuritas, PT Mega Capital Sekuritas, dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk.

TAFS merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa pembiayaan dan berkedudukan di Jakarta Selatan.  Hingga saat ini, perusahaan tercatat memiliki 40 kantor cabang dan 40 kantor cabang syariah di berbagai wilayah Indonesia.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Resmi Stock Split 1:25, BEI Tetapkan Harga Teoretis Multipolar (MLPT) Rp1.040 per Saham

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menetapkan...

BEI Tanya soal Fluktuasi Saham, Manajemen Polychem (ADMG) Jawab Begini

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Manajemen PT Polychem Indonesia Tbk (ADMG)...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru