STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) memantau ketat pergerakan empat saham emiten. Langkah ini diambil karena adanya indikasi pola transaksi tidak wajar atau Unusual Market Activity (UMA). Empat saham tersebut adalah PT Bintang Samudera Mandiri Lines Tbk (BSML), PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC), PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT), dan PT Megalestari Epack Sentosaraya Tbk (EPAC).
P.H. Kepala Divisi Pengaturan & Operasional Perdagangan BEI, Mulyana, menyampaikan pengumuman UMA ini dilakukan dalam rangka perlindungan investor.
“Pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang undangan di bidang Pasar Modal,” ujar Mulyana dalam keterbukaan informasi dikutip Selasa (28/4/2026).
Ia menambahkan, BEI saat ini masih mencermati perkembangan pola transaksi saham-saham tersebut.
Investor diminta untuk memperhatikan jawaban emiten atas permintaan konfirmasi Bursa, mencermati kinerja dan keterbukaan informasi, serta mempertimbangkan berbagai risiko sebelum mengambil keputusan investasi.
BEI menjelaskan, status UMA diberikan karena adanya pergerakan harga atau pola transaksi yang tidak wajar.
Pada saham BSML, UMA muncul akibat aktivitas transaksi yang berada di luar kebiasaan. Informasi terakhir emiten ini disampaikan pada 20 April 2026 terkait penyampaian bukti iklan laporan keuangan tahunan.
Sementara itu, saham APIC dan SMMT mengalami lonjakan harga signifikan dalam waktu singkat. APIC tercatat naik 15,63% dalam sehari, sedangkan SMMT melonjak hingga 24,54%.
Adapun EPAC juga mengalami kenaikan harga di luar kebiasaan. Informasi terakhir yang dirilis perusahaan pada 27 April 2026 terkait negosiasi rencana pengambilalihan perseroan.
Seluruh saham tersebut saat ini masih dalam pemantauan BEI. Belum ada indikasi pelanggaran, namun investor diminta lebih berhati-hati.
Harga Saham
Pergerakan harga terbaru menunjukkan volatilitas yang cukup tinggi pada saham-saham tersebut.
Saham BSML ditutup di level Rp418 atau naik Rp4 (0,97%) pada 27 April 2026. Dalam setahun berjalan, harga tertinggi mencapai Rp424 dan terendah Rp238. Kapitalisasi pasar tercatat sekitar Rp773,39 miliar.
Saham APIC melonjak ke Rp1.850 atau naik Rp250 (15,63%). Sepanjang tahun berjalan, harga bergerak di kisaran Rp1.130 hingga Rp1.850. Kapitalisasi pasar mencapai sekitar Rp21,77 triliun.
Saham SMMT ditutup di Rp2.690 atau naik Rp530 (24,54%). Rentang harga tahun berjalan berada di Rp1.030 hingga Rp2.690. Kapitalisasi pasar tercatat sekitar Rp9,21 triliun.
Saham EPAC berada di level Rp77 atau naik Rp1 (1,32%). Dalam tahun berjalan, harga bergerak antara Rp33 hingga Rp77. Kapitalisasi pasar sekitar Rp254,36 miliar.
BEI menegaskan, status UMA bukan larangan transaksi. Investor tetap dapat memperdagangkan saham, namun perlu mencermati risiko yang mungkin muncul.
