Senin, Desember 15, 2025
25.9 C
Jakarta

Arab Saudi dan Rusia Kompak Kurangi Produksi, Penguatan Harga Minyak Dunia Tak Terbendung

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Harga minyak mentah dunia melanjutkan penguatan pada penutupan perdagangan Jumat (4/8/2023) waktu setempat atau Sabtu (5/8/2023) WIB. Melambungnya harga komoditas tersebut setelah Arab Saudi dan Rusia kompak meneruskan kebijakan mengurangi produksi minyaknya hingga September. Keputusan tersebut menimbulkan kekhawatiran di pasar terjadinya kekurangan pasokan.

Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September 2023 ditutup meningkat US$1,27, atau sekitar 1,6%, menjadi US$82,82 per barel di New York Mercantile Exchange.

Adapun harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Oktober 2023 berakhir melesat US$1,10, atau sekitar 1,3%, menjadi US$86,24 per barel di London ICE Futures Exchange .

WTI dan BRENT mencapai level tertinggi sejak pertengahan April pada Jumat (4/8/2023).

Arab Saudi memperpanjang kebijakan mengurangi produksi minyak secara sukarela sebesar 1 juta barel per hari hingga September 2023. Produksi Arab Saudi diperkirakan sekitar 9 juta barel per hari pada September. Pemangkasan produksi ini berpotensi diperpanjang hingga bulan berikutnya, bahkan diperdalam. Ini merupakan bulan ketiga negara tersebut menerapkan langkah pemotongan produksi. Pada Juli 2023, produksi minyak Arab Saudi terpangkas sekitar 860.000 barel per hari.

Sementara itu, Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak mengemukakan Rusia akan menggunting ekspor minyak sebesar 300.000 barel per hari pada September.

Untuk diketahui, Rusia dan Arab Saudi tergabung dalam OPEC+, dimana para menterinya telah mengadakan pertemuan pada Jumat (4/8/2023).

Kalangan analis UBS memperkirakan, pembatasan pasokan minyak akan menimbulkan defisit pasar sebesar 1,5 juta barel per hari pada September. Defisit pada Juli dan Agustus mencapai 2 juta barel per hari.

Usai berlangsungnya pertemuan tingkat menteri OPEC+, pada Jumat pekan lalu, Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak mengatakan, konsumsi minyak global kemungkinan naik 2,4 juta barel per hari tahun ini.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Emas Kian Berkilau Sentuh Level Tertinggi 7 Pekan, Perak Justru Tergelincir

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Pergerakan harga logam mulia dunia menunjukkan...

Dibayangi Kelebihan Pasokan, Harga Minyak Dunia Tergelincir di Akhir Pekan

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak mentah dunia kembali melemah...

The Fed Terbelah Soal Suku Bunga, Emas Tergelincir tapi Perak Tembus Rekor

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia bergerak turun tipis...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru