Bangun Kosambi (CBDK) Targetkan Marketing Sales Turmbuh 31% Jadi Rp563 Miliar di 2026, Ini Penopangnya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Manajemen PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) atau disebut CBD PIK2 menargetkan penjualan pemasaran atau marketing sales sebesar Rp563 miliar pada tahun 2026, tumbuh 31% YoY. Target tersebut ditetapkan dengan pendekatan yang tetap selektif dan adaptif terhadap dinamika pasar properti.

Target penjualan dominasi kaveling tanah komersial, dengan kontribusi dari produk residensial dan komersial sebagai penopang  kinerja. Ini mencerminkan fokus CBDK mengoptimalkan monetisasi kawasan lewat pengembangan CBD PIK2.

Manajemen CBDK menilai, segmen kaveling tanah komersial akan tetap menjadi pendorong utama kinerja, seiring meningkatnya minat pelaku usaha dan investor mengamankan lokasi strategis di kawasan CBD PIK2. Permintaan terhadap produk residensial juga tetap menunjukkan tren positif, didukung oleh pertumbuhan kawasan PIK2 yang semakin matang dan aktivitas ekonomi yang terus meningkat.

Produk komersial seperti ruko, rukan, dan SOHO diproyeksikan terus mencatat permintaan yang solid seiring pertumbuhan bisnis di kawasan PIK2. Meskipun menghadapi dinamika pasar yang cenderung rentan terhadap pergerakan ekonomi nasional dan internasional, CBDK tetap optimistis terhadap prospek jangka panjang, didukung oleh land bank luas, struktur pengembangan kawasan PIK2 yang terencana, serta posisi CBDK sebagai pengembang utama bisnis di PIK2.

Presiden Direktur CBDK, Bapak Steven Kusumo dalam keterangan, Kamis 16 April 2026 mengatakan, target marketing sales tahun 2026 sebagai refleksi dari semakin kuatnya positioning kawasan CBD PIK2 sebagai pusat aktivitas bisnis.

“Target marketing sales tahun 2026 mencerminkan fokus kami mengoptimalkan monetisasi kaveling tanah komersial di kawasan CBD PIK2. Kami melihat adanya awal pemulihan appetite pelaku usaha untuk mengamankan lahan di lokasi strategis sebagai bagian dari keberlanjutan dan ekspansi usaha ke depan,” ujarnya.

Steven menambahkan bahwa penguatan ekosistem kawasan PIK2 menjadi faktor kunci dalam mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan.

”Dengan telah beroperasinya Nusantara International Convention Exhibition (NICE), yang merupakan salah satu area MICE terbesar di Indonesia, kami terus mendorong kegiatan MICE berskala nasional dan internasional dapat diselenggarakan NICE PIK2. Kami targetkan juga tahun depan Hotel Hilton PIK2 akan mulai beroperasi, sehinga 2 proyek baru CBDK ini menjadi sumber pendapatan berulang yang akan mendominasi sebagian dari total pendapatan tahunan CBDK,” katanya.

Menurut Steven, dengan beroperasinya NICE dan Hilton PIK2 ini akan mendorong peningkatan aktivitas bisnis dan memperkuat daya tarik kawasan PIK2 secara keseluruhan, seiring terbentuknya ekosistem yang semakin matang dan terintegrasi sebagai destinasi bisnis nasional berskala internasional.

- Advertisement -

Artikel Terkait

United Tractors (UNTR) Tebar Dividen Jumbo Rp5,92 Triliun, Iwan Hadiantoro Jadi Bos Baru

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Kabar gembira bagi para pemegang saham ...

Tambah Investasi, Ida Ayu Somawati Komisaris WINE Belanja 200 Ribu Saham Perusahaan

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Ida Ayu Somawati, Komisaris  PT Hatten Bali Tbk...

Butuh Biaya Akuisisi, Singaraja Putra (SINI) Siap Terbitkan Right Issue 721,5 Juta Saham

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Manajemen PT Singaraja Putra Tbk (SINI) mengumumkan,...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru