STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank Jago Tbk (ARTO) bersiap melaksanakan Program Kepemilikan Saham Manajemen dan Karyawan. Program ini dikenal dengan nama Management and Employee Stock Option Program (MESOP).
Bank Jago akan menjalankan MESOP Tahap I dan Tahap II untuk Periode I Tahun 2026. Pelaksanaan ini merupakan bagian dari rencana penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu.
Periode pelaksanaan dijadwalkan berlangsung selama 30 hari bursa. Aksi korporasi ini dimulai pada 2 Juni 2026 hingga berakhir pada 14 Juli 2026.
Tjit Siat Fun, Corporate Secretary sekaligus Direktur Kepatuhan Bank Jago, menyampaikan informasi ini dalam keterbukaan informasi. Menurutnya, langkah ini telah memenuhi ketentuan regulasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI).
“Periode pelaksanaan untuk Tahap I dan Tahap II Periode I Tahun 2026 akan berlangsung selama 30 hari bursa, dimulai dari 2 Juni 2026 sampai dengan 14 Juli 2026,” ujar Siat Fun dalam keterbukaan informasi dikutip Kamis 921/5/2026).
Dalam pengumuman tersebut, emiten berkode saham ARTO ini menetapkan harga pelaksanaan sebesar Rp2.150 per saham. Harga ini berlaku sama baik untuk Tahap I maupun Tahap II.
Jumlah opsi saham yang akan diterbitkan pada periode ini tergolong besar. Untuk Tahap I, jumlahnya mencapai maksimal 85,15 juta lembar saham. Sementara itu, untuk Tahap II ditetapkan sebanyak 2,37 juta lembar saham.
Siat Fun menjelaskan bahwa program ini merujuk pada Keputusan Mata Acara Ketujuh Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tanggal 23 Mei 2023. Selain itu, manajemen memastikan aksi korporasi ini tidak berdampak negatif pada kondisi perusahaan.
“Tidak ada kejadian, informasi atau fakta material yang berdampak terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan atau kelangsungan usaha emiten,” tambahnya.

