STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) berencana membagikan dividen final untuk tahun buku 2025. Anak usaha PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) ini menyiapkan dana ratusan miliar rupiah bagi para pemegang sahamnya.
Nilai dividen yang akan dibagikan mencapai Rp405 miliar. Jika mengacu pada laba bersih perusahaan tahun 2025 yang mencapai Rp3,7 triliun, rasio pembayaran dividen atau dividend payout ratio (DPR) Protelindo tercatat sekitar 10,95%.
Corporate Secretary Protelindo, Monalisa Irawan, menyampaikan rencana pembagian dividen ini melalui laporan informasi material pada Kamis (21/5/2026). Keputusan ini diambil setelah perusahaan mempertimbangkan kondisi keuangan dan rencana bisnis masa depan.
“Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan serta, dengan mempertimbangkan antara lain kondisi keuangan dan rencana bisnis ke depan Perseroan, jumlah dividen final yang akan dibagikan kepada pemegang saham secara keseluruhan adalah sebesar Rp405.000.000.007,” tulis Monalisa dalam keterbukaan informasi.
Pembagian keuntungan ini mengacu pada Pasal 71 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (UUPT) serta Pasal 18 Anggaran Dasar Perseroan.
Berdasarkan aturan tersebut, Protelindo dapat membagikan dividen tunai selama memiliki saldo laba positif. Penetapan dividen ini juga membutuhkan persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST).
Monalisa menegaskan kebijakan ini tidak mengganggu stabilitas perusahaan. Kondisi operasional dan finansial tetap aman terkendali.
“Tidak terdapat dampak negatif material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha Perseroan sehubungan Pembagian Dividen Final,” ujar Monalisa.
Kinerja keuangan emiten berkode PRTL ini memang mencatatkan hasil positif. Perusahaan mencetak laba bersih sebesar Rp3,7 triliun sepanjang 2025. Perolehan ini tumbuh 9,23% secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan Rp3,38 triliun pada 2024.
Laba per saham atau earning per share (EPS) PRTL tercatat sebesar Rp227. Angka tersebut mengalami penyesuaian seiring peningkatan jumlah saham ditempatkan perusahaan.
Pendapatan Protelindo sepanjang 2025 mencapai Rp13,33 triliun. Capaian ini meningkat 4,65% dari periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp12,74 triliun.
Kontributor utama pendapatan berasal dari sewa menara kepada pihak ketiga yang menyumbang Rp11,67 triliun. Pendapatan dari jasa dan layanan lainnya memberikan kontribusi senilai Rp1,48 triliun.
Seiring kenaikan pendapatan, beban pokok pendapatan perusahaan naik menjadi Rp4,19 triliun. Jumlah ini meningkat dari beban tahun sebelumnya senilai Rp4 triliun. Laba bruto tetap tumbuh menjadi Rp9,14 triliun.
Manajemen cukup efektif mengendalikan pengeluaran. Beban umum dan administrasi tercatat Rp900,1 miliar. Beban penjualan dan pemasaran berada di angka Rp328,74 miliar.
Biaya keuangan bersih perusahaan menunjukkan penurunan menjadi Rp3,08 triliun dari Rp3,14 triliun pada 2024. Penurunan biaya bunga ini turut menopang pertumbuhan laba bersih di tengah ekspansi bisnis.
Dari sisi neraca keuangan, Protelindo memiliki total aset Rp77,25 triliun per akhir Desember 2025. Angka ini sedikit menyusut 0,6% dari posisi 2024 sebesar Rp77,74 triliun.
Kekuatan finansial perusahaan terlihat dari penurunan signifikan jumlah liabilitas. Total utang turun 14,46% menjadi Rp50,17 triliun dari Rp58,65 triliun pada tahun sebelumnya.
Ekuitas perusahaan melonjak drastis sebesar 41,92%. Nilainya mencapai Rp27,08 triliun pada 2025 dibandingkan Rp19,08 triliun pada 2024. Lonjakan ekuitas ini didorong oleh tambahan modal disetor senilai Rp5,5 triliun.
Sebagai informasi, Protelindo bergerak di bidang konstruksi sentral telekomunikasi dan aktivitas perusahaan holding. Perusahaan terus menjaga keberlangsungan bisnisnya melalui pengelolaan keuangan yang terukur.
Laporan ini ditandatangani oleh Wakil Direktur Utama Protelindo, Anita Anwar, dan Direktur, Indra Gunawan. Keduanya memastikan seluruh proses distribusi dividen ini dilakukan sesuai dengan regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

