Selasa, Januari 13, 2026
25.3 C
Jakarta

Bursa Eropa Melemah! Saham Thyssenkrupp Anjlok 4%, DAX Jerman Jatuh 1,2%

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa melemah pada penutupan perdagangan Kamis (20/3/2025) waktu setempat. Investor masih mencermati ketidakpastian ekonomi global dan berbagai keputusan kebijakan moneter dari Bank of England, Swiss National Bank, serta Riksbank Swedia.

Mengutip CNBC International, indeks Stoxx 600, yang mencakup saham-saham di seluruh Eropa ditutup turun 0,43%, mengakhiri reli selama empat hari berturut-turut. DAX Jerman melemah 1,2% setelah sempat menguat dalam beberapa hari sebelumnya. Indeks Stoxx Aerospace and Defense juga turun 2% setelah mengalami kenaikan signifikan selama lima minggu terakhir.

Saham Thyssenkrupp anjlok 4%. Perusahaan teknik dan pertahanan asal Jerman itu kehilangan kenaikan awalnya di tengah sentimen negatif pasar.

Di Inggris, Bank of England mempertahankan suku bunga acuan di level 4,5%. Bank sentral Inggris memperingatkan adanya ketidakpastian perdagangan global akibat tarif baru yang diberlakukan Amerika Serikat. Poundsterling turun 0,3% terhadap dolar AS setelah keputusan tersebut.

Swiss National Bank (SNB) memangkas suku bunga acuan sebesar 0,25% menjadi 0,25%. Langkah ini diambil setelah inflasi tahunan Swiss turun ke level terendah dalam hampir empat tahun, yaitu 0,3% pada Februari.

Sementara itu, Riksbank Swedia tetap mempertahankan suku bunga di level 2,25%. Bank sentral Swedia memperkirakan inflasi akan berada di kisaran 2%-3% tahun ini sebelum turun dan stabil di level target.

“Pasar Eropa bisa mengalami fase ‘buy the rumor, sell the fact’ setelah parlemen Jerman membuka peluang reformasi aturan utang,” kata Lindsay James, Strategis Investasi di Quilter Investors, kepada CNBC. Reformasi ini berpotensi membuka ratusan miliar euro untuk belanja pertahanan, infrastruktur, dan iklim, yang sebelumnya mendorong reli saham industri dan manufaktur Jerman.

Keputusan bank sentral Eropa ini datang sehari setelah The Fed mempertahankan suku bunga acuan dan mengindikasikan dua kali pemangkasan suku bunga tahun ini. Namun, kebijakan perdagangan Presiden AS Donald Trump yang tidak menentu masih menjadi faktor ketidakpastian bagi pertumbuhan global, inflasi, dan pasar mata uang.

Sementara itu, pasar saham AS ditutup menguat, melanjutkan reli setelah pengumuman The Fed. Para investor juga menunggu laporan keuangan dari Nike, FedEx, dan Micron Technology. Di Asia, bursa saham bergerak beragam setelah bank sentral China mempertahankan suku bunga acuannya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Salip Apple, Valuasi Induk Google Alphabet Tembus USD 4 Triliun Berkat AI

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Induk perusahaan Google, Alphabet, mencetak...

Dow Jones dan S&P 500 Kompak Cetak Rekor Tertinggi Baru Meski Bos The Fed Diselidiki

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

Kospi Korea Selatan Cetak Rekor Tertinggi, Bursa Saham Asia Kompak Menghijau

STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik kompak...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru