STOCKWATCH.ID (JAKARTA)-PT Daaz Bara Lestarii Tbk (DAAZ) memberikan pinjaman tambahan sebesar Rp5 miliar kepada anak usaha Perseroan yakni PT Bara Makmur Dwitama (BMD), pada tanggal 19 Juni 2026. Setelah transaksi ini, pinjaman ke BMD meningkat menjadi Rp85,2 miliar, dari sebelumnya Rp80,2 miliar. Dana ini akan digunakan oleh BMD untuk pembelian batubara.
Berdasarkan laporan keterbukaan informasi yang disampaikan ke BEI, Senin 22 Juni 2026, Direksi DAAZ mengatakan, dana yang dipinjamkan oleh Perseroan kepada anak usaha BMD berasal dari hasil penerbitan Obligasi Berkelanjutan I DAAZ Tahun 2025. Pinjaman ini dikucurkan sesuai dengan rencana penggunaan dana obligasi.
“Terkait pinjaman tersebut, BMD dikenakan bunga pinjaman 8,85% per tahun dengan jangka waktu 370 hari sejak tanggal perjanjian pinjaman,” tulis Direksi DAAZ dalam laporannnya.
Sekedar catatan, DAAZ berhasil membukukan pendapatan bersih sebesar Rp3,56 triliun pada kuartal I 2026, tumbuh 15,7%, dari Rp3,08 triliun pada periode yang sama tahun 2025. Namun, sayang, pertumbuhan pendapatan Perseroan diikuti dengan peningkatan beban pokok, beban usaha, serta beban keuangan. Hal tersebut menyebabkan, laba bersih DAAZ turun 13,4% menjadi Rp83,95 miliar pada kuartal I 2026, dibanding Rp96,9 miliar pada kuartal I 2025.
Di Bursa Efek Indonesia, saham DAAZ pada perdagangan, Senin 22 Juni 2026 tercatat naik 1,51% menjadi Rp2.020 per unit disbanding penutupan sehari sebelumnya di Rp1.990 per unit. Selama periode sepekan, saham DAAZ telah meningkat 18,10%, dari Rp1.685 jadi Rp1.990 per unit.
PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ) adalah perusahaan yang didirikan pada tahun 2009 yang bergerak di bidang perdagangan komoditas, yang berfokus pada mineral. Melalui anak perusahaannya, Perseroan juga telah memperluas bisnis ke layanan pengiriman dan pertambangan untuk menyediakan solusi komprehensif dalam rantai perdagangan industri mineral. Bisnis utama DAAZ meliputi perdagangan bijih nikel, perdagangan bahan bakar, perdagangan batu bara, pengiriman barang, dan jasa pertambangan.

