Sabtu, Juli 20, 2024
28.4 C
Jakarta

Diminati Investor Domestik dan Asing, Saham Hillcon Kelebihan Permintaan 1.3 Kali

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Penawaran Umum Perdana atau Intial Public Offering (IPO) PT Hillcon Tbk (HILL) diminati oleh investor domestik dan asing. Terbukti, selama masa penawaran awal (bookbuilding) yang berlangsung pada 12 – 26 Januari 2023, saham calon emiten penyedia jasa konstruksi sipil dan jasa pertambangan nikel dan batu bara itu, mengalami kelebihan permintaan 1.3x.

Permintaan dari investor jangka panjang mendominasi bookbuilding tersebut. Adapun rinciannya adalah anchor Investor domestik mewakili 70% dari total permintaan. Sedangkan investor dari institusi asing mewakili 20% dari total permintaan.

Besarnya permintaan dari investor institusi tak lepas dari   narasi akan pertumbuhan signifikan volume pertambangan ore nikel dalam beberapa tahun ke depan. Ini seiring dengan pertumbuhan kapasitas smelter dalam negeri sampai 3x lipat dalam 5 tahun mendatang.

“Tingginya minat investor institusi akan saham Hillcon (HILL) menunjukkan bahwa bisnis kami terutama pertambangan nikel merupakan industri dengan prospek pertumbuhan yang sangat cerah,” ujar CEO Hillcon, Hersan Qiu, dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (9/2/2023).

Menurut Hersan, harga perdana saham Hillcon telah ditetapkan sebesar Rp1.250 per saham. Dari aksi korporasi ini, Perseroan akan memperoleh tambahan modal sekitar Rp553 miliar.

Rencananya, kata Hersan, sekitar 55% dari keseluruhan dana hasil IPO HILL akan digunakan sebagai modal kerja anak usaha PT Hillconjaya Sakti (HS) untuk biaya produksi penambangan, termasuk biaya bahan bakar, overhead, dan pemeliharaan seluruh alat-alat. Sedangkan, sisanya 45% akan dialokasikan untuk belanja modal atau capex guna pembelian alat-alat berat. Itu seperti main fleet dan supporting fleet yang akan mendukung kegiatan operasional HS di sektor nikel.

Adapun, seusai masa penawaran awal yang berlangsung 12 Januari – 3 Februari 2023, maka perkiraan tanggal efektif pada 15 Februari 2023, dan dilanjutkan dengan perkiraan masa penawaran umum pada 17 Februari 2023.

Kemudian, perkiraan tanggal penjatahan dilaksanakan pada 21 Februari 2023, dilanjutkan dengan distribusi saham diperkirakan pada 22 Februari 2023. Saham HILL diperkirakan bisa mulai tercatat di bursa pada 23 Februari 2023.

Dalam aksi korporasi ini, Hillcon menunjuk PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia dan PT Sucor Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Adapun PT Macquarie Sekuritas Indonesia dipercaya menjadi penjamin emisi efek IPO HILL.

“Dengan IPO, Perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan tahun ini dapat mencapai 1,5x – 2x dari tahun sebelumnya dan diharapkan dapat mencetak laba bersih sekitar Rp 700 miliar” ungkap Direktur Hillcon, Jaya Angdika dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (13/1/2023).

Jaya mengungkapkan, Hillcon berhasil meraih pendapatan sekitar Rp3,2 triliun sampai dengan Desember 2022, dengan laba induk sekitar Rp300 miliar. Pada kesempatan yang sama, CEO Hillcon Hersan Qiu optimistis terhadap IPO perseroan, di mana HILL akan berfokus sebagai kontraktor tambang nikel, komoditas yang dinilai unik.

“Keunikan posisi sebagai kontraktor tambang nikel dibanding kontraktor hasil tambang lainnya adalah naik turunnya harga tidak berpengaruh terhadap kinerja Hillcon sebagai penyedia jasa usaha pertambangan. Berdasarkan pengalaman, kita tetap diminta produksi semaksimal mungkin baik di saat tren harga nikel sedang turun maupun tren harga nikel sedang naik karena pertumbuhan kapasitas smelter nikel di Indonesia yang terus bertumbuh membuat permintaan atas nikel ore terus bertumbuh juga” kata Hersan.

Menurutnya, bisnis nikel di indonesia luar biasa efisien sehingga prospek ke depannya, terutama dengan utilisasinya sebagai bahan baku baterai kendaraan listrik, sangat cerah.

“Kebijakan pemerintah Indonesia untuk hilirisasi produk nikel di mana supply chain industri nikel semuanya di lokasi yang sama membuat biaya produksi hasil turunan nikel menjadi efisien dan industri nikel tetap bisa produksi walaupun tren harga nikel turun” imbuhnya.

Dia menegaskan, jangkauan geografis Hillcon memungkinkan Perusahaan untuk memenuhi kebutuhan pelanggannya di lokasi yang beragam, dan memberi Hillcon keunggulan kompetitif dalam memenangkan proyek di seluruh negeri. Saat ini Hillcon beroperasi di sejumlah lokasi, yaitu di Kalimantan, Sulawesi dan Maluku Utara. Hal ini memungkinkan Perusahaan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan di beragam lokasi di seluruh Indonesia.

Indonesia sebagai produsen nikel terbesar dunia diperkirakan memproduksi sekitar 1,2 juta ton nikel pada tahun 2022 atau 37,5% dari produksi global dan merupakan produsen stainless steel terbesar kedua di dunia setelah China. Indonesia memiliki 22% cadangan terbukti nikel (21 juta ton nickel metal) dan diperkirakan akan tetap menjadi penyumbang terbesar pasokan bijih nikel dan nikel jadi dengan perkiraan pangsa pasar 38% dari nikel jadi pada tahun 2024.

Permintaan Indonesia terhadap produk nikel saat ini terutama dalam bentuk feronikel dan NPI (nickel pig iron). Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) yang diproduksi di Indonesia saat ini diekspor untuk diolah lebih lanjut menjadi nickel sulphate, di mana merupakan salah satu bahan baterai mobil listrik (electric vehicle/EV). Indikasi bahwa sektor nikel Indonesia akan mengembangkan kapasitas untuk memproduksi baterai EV di dalam negeri, yang akan memberikan peningkatan lebih lanjut terhadap permintaan nikel domestik Indonesia.

Nickel akan memainkan peran sentral dalam transisi energi global saat dunia mengurangi karbon dalam ekonominya. Nickel juga menjadi bagian dari industri yang tumbuh pesat di Indonesia, selain sektor tambang batubara yang selama ini menjadi komoditas utama dalam industri tambang di negara ini.

Artikel Terkait

Usai Diakuisisi Jinxin Singapore, Anak Usaha Bundamedik Siap Taklukkan Pasar IVF Indonesia dan Asean!

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Morula Indonesia (MI), anak perusahaan...

Akuisisi 30% Saham Anak Usaha BMHS, Jinxin Singapore Rogoh Kocek Rp422,030 Miliar!

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) -  PT Bundamedik Tbk (BMHS) telah menyelesaikan...

KSEI Tambah 8 Bank Baru! 23 Bank Kini Jadi Administrator RDN dan Pembayaran

STOCKWATCHNEWS.COM (JAKARTA) – PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI)...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru