spot_img

Direktur ARCI Hidayat Dwiputro Sulaksono Borong 500 Ribu Saham di Bawah Harga Pasar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- Hidayat Dwiputro Sulaksono, salah seorang Direktur PT Archi Indonesia Tbk (ARCI),  menambah kepemilikan atau investasi dengan memborong 500.000 lembar saham emiten pertambangan minera ini melalui BEI pada tanggal  26 Juni 2026.

Seperti dikutip dari laporan perubahan kepemilikan saham yang disampaikan Manajemen ke BEI, Senin 29 Juni 2026 , Hidayat Dwiputro Sulaksono membeli saham ARCII pada harga Rp900 per lembar  senilai Rp450 juta. Tujuan transaksi adalah untuk investasi dengan status kepemilikan saham langsung.

Sebagai catatan, pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Jumat tanggal 26 Juni 2026, saham emiten pertambangan mineral itu ditutup di  Rp905  . Itu berarti, Hidayat Dwiputro membeli saham ARCI di bawah harga pasar. Direktur ARCI tersebut membeli lebih murah Rp5 per unit.

Setelah pembelian tersebut, Hidayat Dwiputro Sulaksono menggenggam sebanyak  26.471.900 lembar atau setara 0,1049%, dari sebelumnya sebanyak 25.971.900 unit atau setara dengan 0,1029%.

Pada perdagangan di BEI, Senin 29 Juni 2026, saham  ARCI  tercatat naik 1,10% menjadi Rp915 per unit dibanding sehari sebelumnya di Rp905 per unit. Selama sepekan, saham ARCI turun 12,98%, Jika dibandingkan antara harga 29 Mei 2026 sebesar Rp1.215 per unit, maka harga saham emiten pertambangan mineral tersebut telah  anjlok sebesar 25,51%.

PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) merupakan perusahaan induk di bidang pertambangan mineral, seperti emas dan perak. Perusahaan ini berkantor pusat di Jakarta; Perusahaan tersebut merupakan salah satu produsen emas terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Hasil RUPST PNGO: Restu Laporan Keuangan 2025 dan Ketetapan Dividen

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Pinago Utama Tbk (PNGO) menetapkan...

Pengendali Serok 1,741 Juta Lembar Saham Samudera Indonesia (SMDR), Ini Tujuannya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- Samudera Indonesia Tangguh, pemegang saham pengendali PT...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru