spot_img

Respons MSCI, Bos Baru BEI Beberkan 4 Langkah Strategis

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)  – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memastikan reformasi pasar modal Indonesia terus berjalan sebagai tindak lanjut atas masukan dari MSCI. Bursa juga akan terus berkomunikasi dengan MSCI, FTSE, dan investor global untuk meningkatkan kredibilitas serta tata kelola pasar modal Indonesia.

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama seluruh Self-Regulatory Organization (SRO) telah menyampaikan empat proposal kepada MSCI pada akhir Maret 2026 sebagai bagian dari reformasi pasar modal Indonesia.

“Izin kami meng-update terkait dengan bagian dari reformasi pasar modal Indonesia yaitu respon atas proposal-proposal yang telah kita sampaikan kepada MSCI,” kata Jeffrey dalam keterangan pers di Jakarta, Senin (29/6/2026).

Jeffrey menjelaskan, empat proposal tersebut meliputi peningkatan keterbukaan atau transparansi pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1%, penyediaan data investor yang lebih granular, perubahan peraturan pencatatan termasuk peningkatan batas minimum free float menjadi 15%, serta pengumuman High Shareholding Concentration (HSC).

Menurut Jeffrey, MSCI pada pekan lalu telah menyampaikan pengumuman kepada publik yang mengapresiasi langkah-langkah yang dilakukan OJK dan seluruh SRO.

“MSCI sudah menyampaikan announcement kepada publik yang di dalamnya mengapresiasi apa yang dilakukan oleh OJK dan SRO dengan menyebutkan bahwa itu sudah di arah yang tepat. Tentu itu kita apresiasi dan tentu itu menambah semangat kami untuk terus melanjutkan reformasi yang sudah berjalan,” ujarnya.

Jeffrey menegaskan, BEI akan terus menjalin komunikasi secara intensif dengan MSCI, FTSE, dan investor global agar kebutuhan investor internasional dapat diakomodasi.

“Kami tentu akan terus intens berkomunikasi dengan MSCI, FTSE, dan juga investor global untuk memahami kebutuhan dari investor global untuk kemudian tentunya pada gilirannya dapat kita akomodir untuk memastikan kredibilitas dan tata kelola yang baik di pasar modal Indonesia,” katanya.

Sebelumnya, MSCI dalam hasil MSCI 2026 Market Classification Review yang dirilis pada Selasa malam (23/6/2026) waktu New York tetap mempertahankan Indonesia dalam kelompok Emerging Markets.

Meski demikian, MSCI menyoroti transparansi kepemilikan saham dan dugaan perdagangan yang dilakukan secara terkoordinasi di pasar modal Indonesia. Menurut MSCI, investor institusi internasional masih memiliki kekhawatiran terhadap tingkat kemudahan berinvestasi di pasar saham Indonesia.

MSCI menilai kedua isu tersebut membatasi kemampuan investor dalam menghitung jumlah saham yang benar-benar beredar di publik atau free float. Kondisi itu juga dinilai dapat memengaruhi keandalan harga pasar sebagai acuan penyusunan portofolio investasi dan replikasi indeks.

Dalam laporannya, MSCI mengapresiasi sejumlah langkah yang telah diumumkan OJK, BEI, dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Langkah tersebut meliputi peningkatan keterbukaan pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1%, penyajian klasifikasi investor yang lebih rinci, penerapan kerangka High Shareholding Concentration (HSC), serta peta jalan peningkatan batas minimum free float menjadi 15%.

MSCI menyebut langkah-langkah tersebut mengarah pada perbaikan. Namun, lembaga indeks global itu menegaskan perhatian investor institusi internasional kini tertuju pada konsistensi pelaksanaan dan dampak jangka panjang dari kebijakan tersebut di seluruh pasar.

MSCI juga akan terus memantau efektivitas implementasi berbagai kebijakan baru tersebut hingga November 2026. Apabila belum terlihat kemajuan yang memadai, MSCI akan mempertimbangkan berbagai opsi, termasuk membuka konsultasi terkait kemungkinan perubahan klasifikasi Indonesia dari Emerging Markets menjadi Frontier Markets.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Hasil RUPST PNGO: Restu Laporan Keuangan 2025 dan Ketetapan Dividen

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Pinago Utama Tbk (PNGO) menetapkan...

Pengendali Serok 1,741 Juta Lembar Saham Samudera Indonesia (SMDR), Ini Tujuannya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- Samudera Indonesia Tangguh, pemegang saham pengendali PT...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru