spot_img

Elnusa dan PHR Zona 4 Dongkrak Produksi Minyak 480 BOPD Lewat Dual Completion

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)– PT Elnusa Tbk (ELSA) memperkuat perannya sebagai mitra strategis PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 melalui implementasi teknologi Dual Completion di Adera Field. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya mendukung target peningkatan produksi migas nasional serta memperkuat ketahanan energi Indonesia.

Penerapan teknologi tersebut dilakukan pada sumur BNG-D14 di Adera Field. Melalui metode Dual Completion, dua reservoir dapat diproduksikan melalui satu sumur tanpa perlu melakukan pengeboran sumur baru pada setiap lapisan.

Langkah ini dinilai mampu meningkatkan efisiensi pengembangan lapangan, mengurangi kebutuhan intervensi sumur, sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan reservoir yang masih produktif, khususnya pada lapangan migas yang telah memasuki fase mature field.

Dalam proyek tersebut, Elnusa memberikan dukungan melalui layanan Well Intervention & Completion, Engineering Services, serta pelaksanaan operasi lapangan dengan mengedepankan standar Health, Safety, Security and Environment (HSSE).

Direktur Operasi ELSA, Andri Haribowo dalam siaran pers, Rabu 22 Juli 2026, mengatakan kolaborasi dengan PHR Zona 4 menunjukkan komitmen perseroan dalam menghadirkan solusi operasi yang memberikan nilai tambah bagi industri hulu migas nasional.

“Keberhasilan implementasi Dual Completion bersama PHR Zona 4 merupakan bukti bahwa sinergi antara operator dan perusahaan jasa energi mampu menciptakan operasi yang lebih produktif dan efisien. Kapabilitas Elnusa menjadi bagian dari upaya Pertamina dalam mengoptimalkan pengembangan lapangan melalui sinergi dengan mitra strategis. Kolaborasi ini mencerminkan bagaimana kompetensi nasional mampu memberikan nilai tambah bagi keberlanjutan operasi hulu migas Indonesia,” ujar Andri.

Implementasi teknologi tersebut menghasilkan tambahan produksi sekitar 480 barel minyak per hari (BOPD) dan 3,3 juta kaki kubik gas per hari (MMSCFD). Realisasi itu jauh melampaui target awal yang ditetapkan sebesar 186 BOPD dan 1,09 MMSCFD.

Menurut perseroan, pencapaian tersebut menjadi salah satu bukti efektivitas optimalisasi lapangan mature melalui pemanfaatan reservoir secara lebih efisien. Keberhasilan program di sumur BNG-D14 juga membuka peluang penerapan teknologi serupa pada sumur lainnya, yakni GNK-PD80 dan BNG-B7.

Andri menilai peningkatan produksi migas tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga kolaborasi yang kuat antarentitas di lingkungan Pertamina Group.

“Kami percaya keberhasilan peningkatan produksi migas tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga kolaborasi solid antar entitas Pertamina Group. Dengan pengalaman dan kapabilitas yang dimiliki, Elnusa akan terus mendukung PHR dan seluruh entitas Pertamina Group melalui layanan andal, inovatif, serta berorientasi pada operational excellence guna mendukung target produksi migas nasional dan memperkuat ketahanan energi Indonesia,” katanya.

Ke depan, papar Andri, Elnusa akan terus memperkuat sinergi dengan Pertamina Group melalui penyediaan layanan energi terintegrasi untuk mendukung peningkatan produktivitas lapangan migas, percepatan implementasi teknologi, serta penerapan operational excellence guna menciptakan operasi hulu migas yang lebih efisien, berkelanjutan, dan berdaya saing.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Direktur FUTR Anggara Suryawan Borong 66,5 Juta Saham, Kepemilikan Melonjak Jadi 1,03%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Direktur PT Futura Energi Global Tbk...

Komisaris AKPI Tambah Kepemilikan, Henry Liem Beli 13.700 Saham di Harga Rp490

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Komisaris PT Argha Karya Prima Industry...

BAPI Batalkan RUPSLB pada 19 Agustus 2026, Ini Penjelasan Manajemen

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Manajemen PT Bhakti Agung Propertindo Tbk...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru