IHSG Melemah 1,30% di April 2026, OJK Pastikan Likuiditas Pasar Tetap Terjaga

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Pasar saham domestik bergerak dinamis sepanjang April 2026. Ketidakpastian global memicu volatilitas di pasar keuangan dunia.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup April di level 6.956,80. Posisi ini terkoreksi 1,30% secara month to month (mtm). Sepanjang tahun berjalan, IHSG terpangkas 19,55% year to date (ytd).

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Hasan Fawzi dari Otoritas Jasa Keuangan menjelaskan, resiliensi dan likuiditas pasar modal domestik masih terjaga.

“Resiliensi dan likuiditas pasar modal domestik secara keseluruhan tetap manageable,” ujar Hasan di Jakarta, Selasa (5/5/2026).

Likuiditas pasar saham tercermin dari rata-rata bid-ask spread yang rendah, yakni 1,33 kali. Angka ini membaik dibandingkan Maret 2026 sebesar 1,55 kali.

Rata-rata Nilai Transaksi Harian (RNTH) tercatat Rp18,51 triliun pada April 2026. Nilai ini menurun dibandingkan Maret 2026 yang mencapai Rp20,66 triliun, seiring sikap wait and see pelaku pasar.

Investor asing membukukan jual bersih (net sell) sebesar Rp17,02 triliun di pasar saham. Tekanan ini lebih rendah dibandingkan Maret 2026 dengan net sell Rp23,34 triliun.

Di sisi lain, pasar obligasi menunjukkan kinerja berbeda. Indonesia Composite Bond Index (ICBI) menguat 0,74% mtm ke level 436,38. Namun, secara ytd indeks ini masih turun 1,01%.

Rata-rata yield Surat Berharga Negara (SBN) turun 3,90 basis poin secara mtm, di tengah dinamika persepsi risiko global.

Investor asing justru mencatat beli bersih (net buy) di pasar SBN sebesar Rp8,80 triliun sepanjang April. Di pasar obligasi korporasi, asing juga mencatat net buy sebesar Rp0,04 triliun.

Kinerja positif turut ditunjukkan industri pengelolaan investasi. Nilai Asset Under Management (AUM) per 29 April 2026 mencapai Rp1.072,64 triliun, naik 1,53% month to date (mtd) dan 2,87% ytd.

Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana tumbuh 2,32% mtm menjadi Rp711,89 triliun. Secara ytd, NAB meningkat 5,41%.

Kenaikan ini didorong oleh aksi beli investor. OJK mencatat net subscription reksa dana sebesar Rp8,11 triliun selama April 2026. Sepanjang tahun berjalan, total net subscription mencapai Rp37,24 triliun.

- Advertisement -

Artikel Terkait

OJK Hukum 97 Pelaku Pasar Modal Rp85 Miliar! Direksi hingga Emiten Kena

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperketat...

Investor Pasar Modal Capai 26,49 Juta, Korporasi Himpun Dana Rp56,35 Triliun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Minat masyarakat berinvestasi di pasar modal...

BEI Cabut Suspensi, Dua Saham Ini Akhirnya Bisa Diperdagangkan Lagi Besok

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi membuka...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru