STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) mencatat pertumbuhan jumlah pemegang saham sepanjang April 2026. Berdasarkan laporan bulanan registrasi pemegang efek yang dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia (Bursa Efek Indonesia), jumlah investor perseroan bertambah 3.935 akun.
Dengan penambahan tersebut, total pemegang saham SIDO per akhir April 2026 mencapai 178.422 akun, meningkat dari 174.487 akun pada akhir Maret 2026.
Pemegang saham pengendali SIDO tetap PT Hotel Candi Baru dengan kepemilikan sebanyak 23,27 miliar saham atau setara 77,6% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan.
Di jajaran direksi, Irwan Hidayat menambah kepemilikan sahamnya secara langsung menjadi 4,27 juta lembar saham atau setara 0,01% dari total saham perseroan. Sebelumnya, Irwan tercatat memiliki 3,27 juta saham.
Direktur lainnya, David Hidayat, memiliki 9,64 juta saham atau 0,03%. Sementara itu, Komisaris Johan Hidayat menggenggam 3,15 juta saham atau 0,01%, sedangkan Venancia Sri Indrijati Wijono tercatat memiliki 104.093 saham.
Porsi saham publik (free float) SIDO tercatat sebesar 20,19% atau setara 6,05 miliar saham dari total 30 miliar saham yang tercatat di BEI. Dengan demikian, perseroan telah memenuhi ketentuan BEI yang mewajibkan emiten memiliki saham beredar di publik minimal 15%.
Manajemen juga melaporkan jumlah saham treasuri tetap sebanyak 564,8 juta saham atau setara 1,88% dari total saham perseroan.
Pemilik manfaat akhir (ultimate beneficial owner/UBO) SIDO tetap terdiri dari lima anggota keluarga Hidayat, yakni Irwan Hidayat, Jonatha Sofjan Hidajat, Johan Hidayat, David Hidayat, dan Sandra Linata Hidajat, yang mengendalikan perseroan melalui PT Hotel Candi Baru.
“Direksi atas nama PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk bertanggung jawab penuh atas informasi yang tertera di dalam dokumen ini,” tulis Budiyanto, Corporate Secretary SIDO, dalam keterbukaan informasi, dikutip Minggu (10/5/2026).
Seluruh saham SIDO telah tercatat secara elektronik (scripless) melalui PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Perseroan menunjuk PT Raya Saham Registra sebagai Biro Administrasi Efek (BAE).
