Laba Paninvest (PNIN) Melonjak 50% jadi Rp1,23 Triliun pada Kuartal I 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Paninvest Tbk (PNIN) mencatat kinerja solid pada kuartal I 2026. Emiten jasa keuangan ini membukukan laba bersih sebesar Rp1,23 triliun per 31 Maret 2026.

Angka tersebut melonjak 50,19% dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar Rp820,73 miliar. Laba neto yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga meningkat signifikan sebesar 122,59% menjadi Rp481,50 miliar, dari sebelumnya Rp216,31 miliar.

Kenaikan laba turut mendorong laba per saham dasar menjadi Rp118,35 per saham. Pada kuartal I 2025, laba per saham tercatat Rp53.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian, pendapatan neto Perseroan mencapai Rp3,34 triliun hingga Maret 2026. Angka ini tumbuh 17,41% secara tahunan dari Rp2,85 triliun.

Pendapatan bunga bersih menjadi kontributor utama dengan nilai Rp2,33 triliun atau sekitar 70% dari total pendapatan. Selain itu, hasil investasi bersih menyumbang Rp446,15 miliar, sedangkan pendapatan asuransi dan reasuransi bersih sebesar Rp333,75 miliar.

Di sisi lain, beban operasional ikut meningkat. Beban umum dan administrasi naik menjadi Rp1,58 triliun. Beban kerugian penurunan nilai juga meningkat, dengan pencadangan sebesar Rp350,48 miliar, lebih tinggi dari Rp255,89 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari sisi neraca, total aset Perseroan tercatat Rp240,84 triliun per Maret 2026, turun 4,94% dibandingkan posisi Desember 2025 sebesar Rp253,36 triliun.

Total liabilitas menurun menjadi Rp155,67 triliun dari Rp167,94 triliun. Sementara itu, total ekuitas tercatat Rp70,27 triliun.

Sebagai entitas yang mengonsolidasikan PT Bank Pan Indonesia Tbk, Perseroan mencatat rasio keuangan yang terjaga. Rasio kredit bermasalah (NPL) bruto berada di level 3,00%, sedangkan NPL neto sebesar 1,11%.

Rasio kecukupan modal (CAR) konsolidasian mencapai 37,07%, meningkat dari 35,88% pada Maret 2025. Rasio cakupan likuiditas (LCR) juga kuat di level 417,60%.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Laba BCIP Tumbuh Agresif 207% di Q1 2026, Sektor Properti Industri jadi Motor Utama

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bumi Citra Permai Tbk (BCIP)...

Rugi OLIV Kian Dalam, Membengkak 48% Sepanjang 2025

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Oscar Mitra Sukses Sejahtera Tbk...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru